Bongkar Pasang Kawasan Kayutangan Heritage, Contoh Perencanaan Pembangunan Tak Terintegrasi

  • Whatsapp
Kayutangan Heritage contoh
DIBONGKAR: Median jalan di kawasan Kayutangan Heritage dibongkar.(Amanda Egatya/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Bongkar pasang pembangunan di kawasan Kayu Tangan Heritage, adalah contoh kasus perencanaan pembangunan yang kurang terintegrasi.

BACA JUGA : Kayutangan Heritage Bakal Jadi Kawasan Wisata Khusus – Nusadaily.com

Baca Juga

Semestinya, pada saat pembangunan tahap pertama, pergantian dari aspal ke batu andesit yang berbuntut kemacetan hampir diseluruh Kota Malang, sekalian dilakukan pembongkaran median jalannya.

Hal itu ditegaskan Adven Kada, warga Sawojajar yang terhambat perjalanannya akibat pembongkaran median jalan, ketika ditemui Nusadaily.com di sekitar lokasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus melakukan upaya untuk menyelesaikan proyek Kayutangan Heritage tahun ini.

BACA JUGA : Kayutangan Heritage Banjir, Usai Aspal Berganti Batu Andesit dengan Anggaran 23 M – Noktahmerah.com

Belum lama ini, di kawasan khusus sejarah tersebut, terlihat sejumlah pekerja melakukan pembongkaran median jalan. Rencananya, akan diproyeksikan menjadi jalan satu arah.

“Kalau yang dipaparkan PU (Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman) memang akan dijadikan satu arah. Tapi, masih belum, karena kami masih akan mendiskusikannya melalui forum lalu lintas,” terang Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Handi Priyanto.

Saat ini, pihaknya akan melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat mengenai perubahan rute dan skema lalu lintas.

BACA JUGA : Median Jalan Dibongkar, Kawasan Kayutangan Heritage Rencananya Dibuat Satu Arah – Imperiumdaily.com

“Rekayasanya sudah ada. Namun, masih didiskusikan dan tinggal pelaksanaannya. Selain itu, kami akan sosialisasikan juga kepada masyarakat,” ungkap dia.

Finishing Kayutangan Heritage Bakal Molor

Sementara itu, proses penyelesaian proyek Kayutangan Heritage nampaknya bakal molor. Sebab, untuk menuntaskan semua koridor masih butuh waktu setidaknya hingga akhir tahun 2021 mendatang.

“Sampai koridor III dan IV itu nunggu PAK (Perubahan Anggaran Keuangan). Kemarin sudah diajukan di tahun 2020, karena refocusing, maka masuk di APBD 2021,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji belum lama ini.

Namun, untuk tahapan penyelesaian koridor I dan II, sesuai kontrak pengerjaan dari kontraktor program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) harus selesai pada 20 Februari 2021 ini, yakni untuk tiga daerah, Kayutangan, Kauman, dan Polehan dengan anggaran Rp 23 Miliar.

 “Februari itu pembangunan koridor I, II selesai. Ini masih proses 90 persen,” papar dia.

Sutiaji merinci, dana senilai Rp 23 Miliar tersebut, bukan hanya untuk pembangunan paving dan batu andesit saja, namun juga untuk penyempurnaan area wisata heritage di perkampungan-perkampungan.

“Seperti penataan di kampung heritage di Polehan dan Kauman. Yang awalnya kumuh nanti akan menjadi tempat area wisata, untuk kongkow-kongkow dan lainnya,” tandas dia.(nda/lna)