Bocah Delapan Tahun Hanyut Terseret Banjir Ponorogo

  • Whatsapp
banjir
Bocah korban banjir sungai di Ponorogo dievakuasi warga dan petugas

NUSADAILY.COM – PONOROGO – Di Ponorogo, bocah delapan tahun hanyut terseret banjir saat mandi di sungai lingkungan Trasakan, Kelurahan Kadipaten Kecamatan Babadan, Senin siang (23/11/2020). Makanya, orang tua yang memiliki buah hati masih kecil, harus berhati-hati melepasnya, apalagi mandi di sungai musim hujan seperti sekarang.

Kapolsek Babadan, Iptu Yudi Kristiawan kepada Nusadaily.com menjelaskan, korban hanyut adalah Muhammad Hilmi Ibrahim, pelajar SD alamat Jalan Parang Parung 20,  Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

Peristiwa bermula, korban bersama tiga orang temannya yaitu Hiban, Ifan dan Noval mandi di sungai Trasakan. Saat korban dan teman-temannya  sedang mandi di tengah sungai, tiba-tiba datang air bah (banjir).

Teman-teman korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggir sungai dan ditolong warga yang kebetulan mancing. Namun korban, tidak sempat menyelamatkan diri dan hanyut terbawa arus sungai sangat deras. Mengetahui korban hanyut terbawa arus sungai, teman temannya meminta bantuan kepada warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babadan.

Selanjutnya anggota Polsek dan warga sekitar menyisir sungai untuk mencari korban. Dan jelang magrib, korban berhasil ditemukan dua kilometer dari lokasi hanyut dalam keadaan meninggal dunia. ‘’Usai ditemukan korban kita bawa ke RSUD Harjono Ponorogo untuk dilakukan visum,” terangnya dilansir Nusadaily.com.

Usai visum, korban alami luka robek dikening disebelah kiri. Diduga terbentur batu saat hanyut, korban meningal akibat paru-paru terisi air, dan tidak diketemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.

‘’Pihak keluarga menerima hal ini sebagai musibah, selanjutnya korban kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya usai menyerahkan bocah delapan tahun ini. (nto/wan).