Bibir Tebing Setinggi 30 Meter Longsor, Sembilan Rumah di Ngembeh Terancam Amblas

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Bibir tebing setinggi 30 meter longsor di Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu. Sembilan rumah warga terancam amblas.

Berikut sembilan nama pemilik rumah tersebut, yakni rumah milik Suwadi, Sumarno, Winarto, Sainah, Kasian, Sumantri, Sumito dan Mat Slimin.

Baca Juga

Peristiwa longsor ini berawal pada Sabtu, 6 Februari 2021 lalu sekitar pukul 18.00 WIB. Usai hujan deras mengguyur dan mengakibatkan tebing bibir sungai tergerus hingga lebar sekitar 25 meter sampai 30 meter.

Salah satu rumah warga Suwardi (64), yang hanya berjarak satu meter dari titik longsor mengalami keretakan di tembok rumahnya. Kini rumah tersebut tak lagi dihuni, dikarenakan khawatir adanya longsor susulan.

Saat itu, dirinya yang baru pulang dari shalat berjamaah. Tiba-tiba mendengar suara gemuruh dan getaran seperti gempa. Dirinya tak menduga, hal tersebut disebabkan longsornya tebing bibir sungai di samping rumahnya.

Saking keras getaran, dirinya mengaku sampai terjatuh karena kaget. Bahkan, getaran dan suara gemuruh hampir dirasakan seluruh warga dusun. “Saya kira lindu (gempa). Setelah di cek ternyata tebingnya longsor,” ungkapnya, Rabu, 10 Februari 2021.

Akibat adanya lonsor tersebut, kini jarak rumah Suwadi hanya bejarak satu meter. Sedangkan sebelum terjadi longsor, jarak rumahnya dengan bibir sungai sekitar lima meter.

“Tembok tetangga depan itu juga retak. Rumah ini kalau malam kosong, saya ngungsi ke rumah anak saya di depan, ya takut nanti kalau ada longsor susulan,” keluh pria yang tinggal bersama istrinya Riyati.

Dia menyebut, longsor dibibir sungai di Desa Ngembeh tak hanya menyebabkan rumahnya terancam terseret longsor. Melainkan juga mengancam rumah warga lain yang ada di RT 1 RW 1 Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Delanggu.

“Titik longsor dibibir sungai sini ada beberapa titik, satu di sebelah rumahnya, kemudian di sisi utara. Namun, yang sebelah utara kejadiannya sudah lama dan sama di sana juga mengancam rumah warga, hanya beda RT saja,” ucapnya.

Ada Beberapa Rumah yang Terancam Longsor

Sementara, Winarto warga RT 1 RW 1 Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, saat di konfirmasi membenarkan jika ada beberapa rumah warga di lokasi setempat yang turut terancam terbawa longsor.

“Tebing yang berada di belakang rumah saya mulai longsor sekitar dua tahun lalu. Tapi sampai saat ini tidak ada tindakan dari pihak terkait dalam hal penanganan,” ucapnya.

Ia menambahkan, parahnya lagi kini jarak tebing longsor tak jauh dari sejumlah rumah penduduk. Setiap malam ia dan keluarganya selalu was-was dikala guyuran hujan turun.

“Harapannya ya supaya ada pembenahan. Entah itu dibronjong atau diplengseng, karena mengkhawatirkan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muhammad Zaini, saat dikonfirmasi mengaku akan segera menganalisa longsor di bibir sungai Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu. Menyusul potensi bencana longsor susulan masih akan terjadi.

“Mohon waktu, nanti akan kita lakukan asesmen oleh tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto,” tandasnya.(din/aka)