Beredar Surat 17 Warga Tlogomas Terpapar Covid-19, Ini Tanggapan Dinkes Kota Malang

  • Whatsapp
tlogomas malang
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Muarif. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Belum lama ini, sebuah akun media sosial @malangraya_info memosting sebuah surat imbauan dari Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dalam surat tersebut menyatakan bahwa ada kurang lebih 17 orang warga Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau RW 09, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowkwaru, Kota Malang yang terpapar Covid-19 dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit atau melakukan isolasi mandiri.

Kemudian, dalam surat tersebut, juga terdapat imbauan kepada takmir Masjid Al Waqar untuk menutup sementara dan meniadakan salat berjamaah di masjid tersebut selama 14 hari ke depan. Serta, meminta warga untuk salat di rumah masing-masing dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga

BACA JUGA: Tidak Ada Open House, Pemkot Malang Gelar Halal bi Halal Virtual

Surat tersebut diterbitkan tanggal 15 Mei 2021 dan sempat membuat heboh masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Muarif langsung memberikan tanggapan atas beredarnya surat tersebut. Menurutnya, dari 17 orang yang terpapar Covid-19 telah melakukan serangkaian pemeriksaan.

“Lima orang positif dari hasil PCR, yang 12 orang positif dari hasil rapid test antigen,” terang dia, Minggu (16/5/2021).

Husnul menjelaskan, bagi warga yang diketahui positif PCR, langsung dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19. Seperti RSSA dan RS Lapangan Ijen Boulevard untuk mendapatkan perawatan.

“Sementara, untuk warga yang hasil rapid antigen positif, akan dievakuasi ke Safe House Jalan Kawi,” kata dia.

Menurut Husnul, penyebaran tersebut bukan berasal dari warga luar maupun pemudik yang datang. Diketahui, yang terpapar Covid-19, merupakan warga usia dewasa, tidak ada yang anak-anak.

“Sepertinya tidak ada orang luar. Jadi, warga disana saja. Rencananya, Senin (17/5/2021), kami lakukan testing untuk yang kontak erat kepada 17 orang yang terpapar Covid-19,” jelas dia.

Husnul menjelaskan, pihaknya masih akan melakukan tracing. Sebab, diketahui memang ada kegiatan yang dilakukan di masjid.

“Kalau dibilang klaster masjid, bukan ya. Nanti, juga akan kami lihat kontak eratnya dulu,” kata Husnul.

BACA JUGA: Ini Dugaan Awal Mula Klaster Tarawih di Banyuwangi

Selain melakukan tracing dan testing, pihaknya akan menyerahkan upaya pengawasan melalui RT/RW di wilayah tersebut. Sebab, 17 orang tersebut tersebar di tiga RT, yakni RT 01, RT 04 dan RT 05.

“Jadi, masing-masing ketua RT dan satgasnya yang akan melakukan beberapa antisipasi terhadap mobilisasi daripada warganya. Nanti koordinasi dengan RW dan juga pantauan dari Kelurahan dan Kecamatan. Jadi, lengkap dilakukan tracing. Sehingga, diharapkan masing-masing pihak bisa mengambil peran di dalam antisipasi ke depannya,” tandas dia.(nda/lna)