Berantas Penyalahgunaan Narkoba, Bakesbangpol Kota Batu Anggarkan Pengadaan Alat Tes Urine

  • Whatsapp
Tes urine merupakan salah satu cara untuk mendeteksi seseorang menggunakan narkoba. Skrining toksiologi ini merupakan tes yang paling umum dilakukan.
Tes urine merupakan salah satu cara untuk mendeteksi seseorang menggunakan narkoba. Skrining toksiologi ini merupakan tes yang paling umum dilakukan.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– BNN Kota Batu menggandeng Bakesbangpol dalam upaya memberantas peredaran gelap narkoba di Kota Batu. Sejumlah program meliputi sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan pelatihan keterampilan bagi mantan pengguna dilakukan. Kini Kesbangpol juga menganggarkan alat pengadaan tes urine. 

Sekretaris Bakesbangpol Kota Batu, Suliyanah, mengatakan di tahun ini pihaknya akan melakukan tes urine. Tugas baru itu mengikuti instruksi dari Kemendagri. Bakesbangpol hanya fasilitator menyediakan peralatan. Sedangkan teknis pelaksanaanya menggandeng BNN.

Baca Juga

Maka, untuk melaksanakan tes urine di tahun ini, Bakesbangpol menganggarkan sebesar Rp 35 juta untuk pembelian 18 box test kit yang dapat menjangkau sebanyak 400 orang.

Sasaran pelaksanaan tes urine ditujukan kepada masyarakat. Terutama di kawasan-kawasan yang rawan terjadinya penyalahgunaan narkoba. Salah satunya di kawasan Songgoriti, Kelurahan Songgokerto.

“Di situ banyak villa-villa yang dikunjungi banyak orang dari berbagai daerah. Sehingga sangat riskan berpotensi terjadi penyalahgunaan narkoba,” kata mantan Kabag Humas Pemkot Batu itu.

Upaya prefentif juga dilakukan dengan menggelar sosialisasi program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).  Untuk melakukan sosialisasi itu, pihaknya telah membentuk tim khusus dengan BNN. Ia berharap, dengan adanya tim tersebut, diharapkan penyalahgunaan narkoba di Kota Batu pada tahun 2021 ini mengalami penurunan. 

“Sosialisasi ini diberikan secara gratis. Jadi jika ada pemdes maupu kelurahan yang ingin mendapat sosialisasi ini bisa mengundang kami,” imbuh dia.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemberdayaan kawasan rawan narkotika. Dimana untuk orang-orang yang terindikasi menggunakan narkoba,  akan diberikan program pemberdayaan berupa pelatihan-pelatihan. Misalnya pelatihan membuat batik atau menjadi tukang potong rambut. Sehingga mereka dibina dan diarahkan ke hal yang bersifat produktif.

“Untuk indikasi penyalahgunaan narkoba, tim dari BNN sudah memiliki datanya. Nantinya juga akan dibentuk relawan tingkat desa untuk melakukan rehabilitasi. Dengan dibina langsung oleh BNN Kota Batu,” urainya. (wok/wan)