Berantas Narkoba, Pemdes Sengguruh Malang Bangun Kampung Tangguh Bersinar

  • Whatsapp
desa narkoba
Rangkaian acara peresmiam kampung tangguh bersih narkoba Desa Sengguruh oleh Pemdes setempat.(istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang menggelar sosialisasi penanganan penyalahgunaan narkoba, Jumat (18/6/2021). Pemdes berkomitmen untuk menjadikan wilayahnya bebas dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang tersebut.

Salah satu perwujudan komitmennya yakni dengan diresmikannya ‘Kampung Tangguh Bersih Narkoba (Bersinar) Desa Sengguruh’. Dimana di dalamnya, Pemdes Sengguruh membentuk tim untuk bisa menggempur dan mencegah adanya penyalahgunaan narkoba.

BACA JUGA: Polresta Mojokerto Bentuk Kampung Tangguh Bersih Narkoba

Lebih rinci, di dalam Tim Kampung Tangguh Bersinar Desa Sengguruh, terdiri dari beberapa unsur yakni aparatur desa, tokoh masyarakat (tomas), tokoh agama (toga) serta Karang Taruna.

“Beberapa waktu lalu timnya sudah diresmikan juga. Bahkan juga dihadiri oleh Kasat reskoba Polres Malang, pihak BNN (Badan Narkotika Nasional), Kalapas Klas I Malang, Asisten I Pemkab Malang, Camat Kepanjen dan beberapa pihak lainnya,” ujar Kepala Desa (Kades) Sengguruh Jambury, hari ini, Sabtu (19/6/2021).

Jambury berupaya untuk membentuk regenerasi atau generasi penerus yang bebas dari penyalahgunaan barang haram tersebut. Sehingga, di dalam tim tersebut setidaknya ada unsur pemuda atau karang taruna diibatkan yakni kisaran 70 persen.

“Kalau secara struktur, ada 14 orang. Dari PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, Karang Taruna dan juga jajaran pemudanya. Bahkan, ketuanya adalah mantan pemakai yang sudah insyaf. Jadi dia bisa secara langsung menceritakan pengalaman buruknya, dengan perbandingan saat ini bahwa dia sudah berkeluarga. Kalau anak mudanya, 70 sampai 80 persen,” jelas Jambury.

Sementara itu, dalam aksinya nanti, tim tersebut akan melakukan pendampingan bagi masyarakat Desa Sengguruh yang ingin terlepas dari jerat narkoba. Mulai saat melakukan sosialisasi secara umum, hingga pendampingan secara langsung kepada yang bersangkutan.

BACA JUGA: Ketika DPR Pertanyakan Barbuk Narkoba ke Kapolri

“Karena yang kami proyeksikan, adalah regenerasi akhlak. Jadi selain pendampingan medis, kami juga melakukan rehabilitasi mental dengan tokoh agama atau tokoh masyarakat. Setelah proses rehabilitasi, yang bersangkutan juga kita arahkan untuk bisa berkegiatan positif. Arahnya juga bisa meningkatkan kesejahteraan,” terangnya.

Jambury menilai, antusias warga untuk menyambut program tersebut sangat bagus. Sebab terlihat, ads beberapa orang warganya yang sedang direhabilitasi dengan pendampingan yang serius.

“Ada 6 orang yang sedang direhabilitasi. Tapi detilnya belum bisa disampaikan. Karena kasihan yang bersangkutan. Sambutan warga bagus sekali. Dan dalam praktiknya nanti, kami juga akan melakukan sosialisasi dengan lembaga pendidikan. Seperti SD dan SMP, baik swasta ataupun negeri,” tutupnya. (aje/lna)