Bentrok Pesilat PSHT dengan Warga di Situbondo Kian Meluas

  • Whatsapp
bentrok PSHT
Lokasi bentrok PSHT di Situbondo.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-SITUBONDO- Insiden bentrok antara warga desa dengan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang terjadi di Situbondo terus berlanjut hingga dua kali.

BACA JUGA: Perguruan Silat PSHT Mendunia, Begini Sejarah Berdirinya

"
"

Baca Juga

"
"

Usai bentrok pada Minggu, 9 Agustus 2020, puluhan pesilat dari kelompok yang sama, kembali mendatangi wilayah dan bentrok dengan warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji pada Senin 10 Agustus 2020 dini hari.

Sejumlah rumah tempat tinggal dan kios warung milik warga setempat rusak akibat kerusuhan massal tersebut.

Bahkan, kericuhan merembet ke Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, yang jaraknya hanya berbatas jalan raya dengan lokasi kerusuhan semula. Sejumlah mobil dan rumah milik warga mengalami kerusakan akibat aksi anarkis.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Trebungan, Muhammad Hasan mengenai makin meluasnya kerusuhan pesilat dengan warga.

“Saat itu saya baru saja pulang patroli di lokasi bentrokan, bersama kepala desa Kayuputih dengan dibantu TNI-Polri. Kita baru pulang sekitar pukul 01:00 WIB. Satu jam setelah aparat keamanan pulang, saya dapat laporan warga tentang adanya penyerangan tersebut,” tuturnya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Hasan mengecam keras tindakan semena-mena tersebut. Ia meminta pihak berwajib bertindak tegas terhadap oknum pesilat. Tindakan anarkis mereka dinilai sudah cukup lama meresahkan dan menebar teror ke masyarakat.

“Ini berpotensi menjadi konflik horizontal. Sudah murni perbuatan kriminal. Kami mohon agar aparat segera menindak tegas,” pungkas Hasan.

Kepala Kepolisian Resor Situbondo, AKBP Sugandi menegaskan tengah memburu para pembuat onar yang mengakibatkan kerusakan dan luka pada warga.

“Saat ini kita melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku dan mengumpulkan barang buktinya. Sebab, tidak dibenarkan, adanya perbuatan anarkis yang meresahkan warga dan akan diproses secara hukum,” ucapnya.

Bentrok di Desa Kayuputih

Sebelumnya, terjadi bentrok antara warga Desa Kayuputih dengan gerombolan pesilat PSHT yang melakukan konvoi kendaraan bermotor.

Bentrokan dimulai saat warga menegur para pemuda peserta konvoi karena mengambil bendera merah putih yang dipasang di tepi jalan desa. Bendera tersebut dipasang di dekat kios bensin milik, Zainal Abidin, warga setempat.

Tidak terima dinasehati, para pesilat melakukan pengeroyokan terhadap warga yang menegur. Tidak hanya itu, mereka juga melemparkan batu kepada para warga lain yang hendak melerainya.

Akibatnya, lima orang warga desa menjadi korban luka. Zainal Abidin yang merupakan pemilik kios, menderita luka cukup parah di bagian wajah dan kepala bagian belakang. Adapun di pihak kelompok pesilat, satu orang diantaranya menderita luka.

Dari informasi yang dihimpun, para pesilat baru saja merayakan upacara kenaikan sabuk tingkat PSHT.(sut/cak)

Post Terkait

banner 468x60