Bekas Pejabat Satgas COVID-19 Era Bupati Faida Kompak Mangkir dari Rapat Konfrontasi Temuan Audit

  • Whatsapp
dprd jember
Ruang Banmus DPRD Jember kosong melompong karena ketidakhadiran pejabat dari unsur pemerintah. (nusadaily.com/Sutrisno)

NUSADAILY.COM – JEMBER – Undangan rapat dari Panitia Khusus DPRD Jember diabaikan begitu saja oleh bekas pejabat-pejabat yang pernah terlibat selama perjalanan dalam Satgas COVID-19 Jember tahun 2020 silam.

“Yang datang hanya satu orang saja dari Dinas Pendidikan. Sehingga, rapat tidak dilanjutkan,” gerutu Ketua Pansus, David Handoko Seto saat diwawancarai wartawan, Senin, 14 Juni 2021.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Bekas Sekretaris Satgas COVID-19 Jember Buka Suara Soal Temuan Belanja Janggal Rp107 Miliar

Pansus berniat meminta keterangan orang-orang yang pernah bertugas di Satgas COVID-19 semasa Bupati Jember dijabat Faida untuk tujuan mereka dikonfrontasi dengan berbagai temuan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sebab, laporan hasil pemeriksaan BPK paling krusial menunjukkan fakta bahwa Satgas COVID-19 telah membelanjakan anggaran yang mencapai total sebanyak Rp220,5 miliar. Tapi, hanya Rp74,7 miliar yang memiliki bukti surat pertanggung jawaban (SPJ) sah.

BACA JUGA: Buntut Dugaan Raibnya Dana Covid-19 Rp 107 M Temuan LHP-BPK, Pansus DPRD Jember Bakal Panggil Mantan Bupati Faida

Sedangkan, Rp107 miliar tidak disertai dengan pengesahan SPJ. Dalam rekening kas Bendahara Umum Daerah (BUD) tersisa dana Rp18,9 miliar. Kemudian ada pengembalian dari Satgas COVID-19 senilai Rp17,8 miliar di tahun 2020 dan Rp1,8 miliar pada tahun 2021.

“Kita ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi? Tapi, mereka malah tidak datang diundang Pansus. Tentu mangkirnya mereka tanpa ada penjelasan itu, segera kami laporkan ke Bupati dan juga Pimpinan Dewan,” sahut David.

BACA JUGA: Bongkar-bongkar Rp107 Miliar Dana COVID-19 Jember yang Nyelonong Tanpa SPJ

Menurut dia, Bupati Jember Hendy Siswanto sudah berkomitmen pola hubungan dengan DPRD berbeda dari era sebelumnya yang cenderung berseberangan menjadi lebih terbuka dan komunikatif. Semestinya, tidak ada lagi pejabat yang bersikap mangkir dari agenda rapat bersama DPRD.

Berdasarkan surat undangan Pansus diagendakan rapat dengan 13 pejabat bakal berlangsung selama dua hari berturut-turut. Sebanyak 7 orang, yakni Dyah Kusworini, Gatot Triyono, Danang Andri Asmara, Mat Satuki, Harifin, dan Bambang Hariono yang diminta hadir hari ini.

“Pak Bambang dari Dinas Pendidikan tadi diwakilkan ke Kabid-nya yang datang, namanya Hamid. Lainnya tidak ada yang datang,” beber David.

Adapun besok, pada hari Selasa, 15 Juni 2021, Pansus meminta kehadiran kepada Widi Prasetyo, Jamil, Peny Artha Medya, Danang Andri Asmara, dan Fitri.

BACA JUGA: DPRD Jember Anggap Satgas COVID-19 Penuh Skandal, Tak Percaya Dana Rp107 M Sudah Ludes

Upaya mengonfirmasi Sekretaris Daerah, Mirfano selaku ASN tertinggi di Pemkab Jember mengenai mangkirnya ASN mantan pejabat dari undangan Pansus DPRD belum mendapat tanggapan.

Telepon Mirfano dalam kondisi aktif, namun ia mengabaikan panggilan telepon yang bertujuan meminta klarifikasi darinya. (sut)