Bawaslu Blitar Bentuk Timsus Awasi Paslon Pencitraan di Medsos

  • Whatsapp
Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Abdul Hakam Sholahudin. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BLITAR – Media sosial (medsos) di era modern ini diyakini memiliki peran penting dalam gelaran Pilkada 2020 di Kabupaten Blitar. Pencitraan diri pasangan calon (paslon) dengan memanfaatkan medsos tak akan bisa dihindari lagi. Terlebih bagi petahana jika mencalonkan kembali.

Maka dari itu, sebagai lembaga pengawasan, Bawaslu Kabupaten Blitar menegaskan telah membentuk tim khusus untuk mengawasi lalu lintas paslon di medsos.

Baca Juga

“Jadi penyebaran citra diri petahana dan para tokoh yang berniat macung via medsos semakin masif dari hari ke hari. Ini pasti menjadi perhatian kita. Makanya sebagai bentuk pencegahan pelanggaran dan optimalisasi pengawasan, kita meluncurkan tim cyber patrol atau patroli siber,” kata Abdul Hakam Sholahudin, Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar kepada Nusadaily.com, Sabtu 1 Agustus 2020.

Hakam menjelaskan, dengan keberadaan tim cyber patrol Bawaslu Blitar, diharapkan bisa mencermati segala percakapan di medsos yang berhubungan dengan bakal calon kepala daerah Kabupaten Blitar. “Memang model pengawasan kita selain tatap muka di lapangan juga ada pengawasan daring atau online,” tungkasnya.

Hakam memprediksi nantinya akan banyak komunikasi atau metode kampanye yang menggunakan medsos. Sehingga, pihaknya menganggap saat ini diperlukan pengawasan pada lalu lintas medsos atau dunia maya. Menurutnya, tim cyber patrol ini tugasnya setiap hari berpatroli dan memelototi terhadap lalu lintas percakapan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang hendak menyebarkan citra diri karena akan mencalonkan diri pada Pilbup Blitar 2020.

“Kita berharap pengawasan dari cyber patrol ini bisa menjadi pencegahan dini terhadap pelanggaran Pilbup 2020. Misalnya pelanggaran terhadap netralitas aparatur sipil negara (ASN). Dimana posisi ASN tidak boleh berafiliasi terhadap partai politik, tidak boleh berkomentar, mengunggah, ataupun memberikan like atau jempol terhadap unggahan yang berkaitan dengan bakal pasangan calon,” tandasnya.

Hakam menambahkan, tim cyber patrol Bawaslu Blitar nantinya juga akan mengawasi mengenai ada tidaknya black campaign atau kampanye hitam dalam pelaksanaan Pilbup 2020.(tan/lna)

Post Terkait

banner 468x60