Baru Selesai Dikerjakan, Jalan Antar Kecamatan Senilai Rp 2,5 M Magetan Rusak

  • Whatsapp
Jalan Hotmix Krajan - Lembeyan Senilai 2,5 M Baru Selasai Dikerjakan Sudah Rusak
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Pengerjaan Hot Mix jalan milik PUPR di Kabupaten Magetan sepanjnang 3 kilometer Krajan-Lembeyan sudah rusak, padahal baru selesai dibangun. Pekerjaan yang bersumber dari DAK sebesar Rp 2,5 miliar tersebut baru selesai akhir tahun 2020 lalu tidak awet. Sedikitnya ada 6 titik permukaan aspal terkelupas dan jeblos.

Otomatis jalan rusak yang ada di Magetan itu menjadi buah bibir warga dua desa Tapen dan Krowe, jalan belum selesai digarap sebulan sudah rusak.  Sejumlah penguna jalan juga mengaku akibat rusaknya permukaan aspal jalan menjadi licin akibat kerikil bekas aspal berserak dipermukaan.

”Masa Desember 2020 kemarin selesai dikerjakan sudah rusak, berarti mutu pekerjaannya tidak bagus. Pemborongnya terkesan hanya mencari untung tidak mengutamakan kualitas pekerjaan. Nilainya padahal Rp 2,5 milyar, ” ucap Broto Puspito warga desa Tapen kepada nusadaily.com. Rabu (20/01/2021).

BACA JUGA: Masalah Rumah Longsor, Pemkot Malang Buru Pengembang

Sedangkan Agus Hariyanto, warga desa Krowe menyayangkan atas pekerjaan jalan yang nilainya miliaran dari duit rakyat yang seyogyanya mendapat manfaat jalan mulus malah seperti ini.

”Saya sempat hampir celaka pada jalan rusak tersebut karena tidak mengetahui bila permukaan aspal hotmix yang baru saja dikerjakan tersebu rusak. Selain menikung juga kondisi malam hari gelap,” keluhnya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Mangetan Muchtar Wahid saat dikonfirmasi terkait keluhan warga atas rusaknya jalan PU Krajan-Lembeyan tersebut mengaku sudah mendapat laporan. Ia mempersiapkan untuk mengonfirmasinya kepada Kepala Bidang Jalan Didik Darmawan.

”Benar soal jalan yang dikerjakan dan selesai tahun lalu tersebut alami kerusakan beberapa titik, tetapi itu masih menjadi tangungnan kontraktor untuk perbaikanya. Pekerjaan tersebut belum P1 alias belum serah terima,” terang Didik Darmawan Kabid Jalan PUPR Magetan.

Kerusakan pada jalan yang dimaksud tersebut, lanjut Didik karena memang kontur tanahnya labil, dekat dengan persawahan dan tidak dilakukan pengecoran pada sisinya sebelum di aspal sehingga mudah rusak bila dilalui kendaraan berat.

”Berbeda dengan jalan pada sisi selatan jembatan dilakukan pengecoran jadi kuat tidak mudah rusak seperti pada sisi utara,” jelasnya.

BACA JUGA: Uci Farantika, Biduan Bersuara Basah Berwajah Arab

Didik tidak menampik bila Diakatakan salah perencanaan, namun faktor rusaknya jalan bukan hanya itu saja.

“Tetapi cuaca buruk saat ini turut memengaruhi kekuatan jalan, serta kelebihan muatan kendaraan yang lewat,” dalihnya.

Kerusakan tersebut masih menjadi tangungan pihak kontraktor hingga setahun mendatang Desember 2021.

“Kita sudah perintahkan untuk perbaikan pada pekerja yang rusak tersebut,” pungkasnya.

Diketahui pekerjaan jalan hotmix penghubung Krajan-Lembeyan sekaligus penghubung antara Kecamatan Parang-Lembeyan sepanjang 3 kilometer milik DPUPR tersebut dikerjakan oleh PT. Jaya Asri Putra Perkasa asal Jombang dengan konsultan pelaksana CV. Karya Tujuh Satu dengan nilai pekerjaan Rp. 2.449.597.000. Dengan lama pekerjaan 90 hari. (nto/kal)