Baru Satu-Dua Tahun Rehab, Plafon Puskesmas di Jember Sudah Runtuh

  • Whatsapp
puskesmas jember
Petugas medis Puskesmas Gumukmas menunjukkan bagian plafon yang sudah runtuh. (nusadaily.com/ Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Lagi-lagi peristiwa yang menandakan buruknya garapan kontruksi di Kabupaten Jember kembali terjadi.

Rabu, 23 September 2020, plafon atau langit-langit Puskesmas Gumukmas runtuh. Area plafon yang runtuh cukup luas, karena dengan lebar sekitar 4 meter dan panjang 30 meter. Hampir semua lembaran plafon jatuh ke lantai.

Baca Juga

Kejadian itu memang hanya kerusakan kontruksi, tidak sampai melukai petugas medis atau pasien Puskesmas. Namun, menjadi ironi, karena rehab Puskesmas Gumukmas baru saja dilakukan.

BACA JUGA: Ketua Komisi C: Retorika Murahan Bupati Jember yang Bilang Perbup APBD Ada Pembangunan

Tahun 2018, dikucurkan anggaran sebanyak Rp443 juta; kemudian tahun 2019 digelontor lagi dana perbaikan senilai Rp543 juta.

Kepala Puskesmas Gumukmas, Halimah Arvi mengatakan, kejadian sekitar pukul 8.30 pagi hari, dan kebetulan lokasi terparah di ruang Poli Gigi sedang tutup.

“Dokter giginya pas tidak ada, ijin tidak masuk. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Pasca kejadian, rangka penahan plafon terpaksa disangga memakai batang bambu, karena dikhawatirkan runtuh juga. Sebab, kerangka yang dari bahan galvalum itu sudah melengkung kebawah, dan sebagian pengaitnya terlepas.

“Kami sudah melaporkan ke Dinas Kesehatan, dan tadi sudah ada yang langsung kesini melihat kondisinya,” urai Halimah.

Halimah menyampaikan, pihaknya tetap akan memberi layanan kesehatan kepada masyarakat meskipun kondisi Puskesmas baru saja mengalami kerusakan.

Lebih lanjut, Halimah belum bisa memastikan penyebab runtuhnya plafon apakah karena hal lain, atau justru lantaran garapan konstruksi yang tidak sesuai.

Sebagai catatan, telah terjadi berkali-kali kontruksi atap rangka baja ringan atau galvalum di berbagai gedung milik Pemerintah Kabupaten Jember.

Tanggal 3 Desember 2019 lalu, rangka dan atap pendopo Kecamatan Jenggawah ambruk saat masih proses pengerjaan oleh PT Andaya Breka Konstruksi. Satu orang pengangkut semen terluka tertimpa reruntuhan.

BACA JUGA: Penyaluran Bansos Siswa Jember Membengkak dari Rencana Anggaran

Kasus di proyek bernilai Rp2 miliar itu ditangani pihak kepolisian. Seorang pekerja konstruksi bernama Wawan ditetapkan sebagai tersangka, dan hingga kini masih buron.

Tanggal 6 Desember 2019, problem baja ringan sempat gaduh dalam pengerjaan kantor kecamatan Balung, karena kerangka atap melengkung dan terjadi kebocoran saat hujan

Pihak kontraktor, CV Tunggal Pratama yang mendapat kontrak senilai Rp2,2 miliar seketika itu mengganti semua bahan galvalum dan memasang dengan baja ringan baru.

Tanggal 14 Desember 2019, kerangka sekaligus atap di dua ruang kelas SDN Keting 2, Kecamatan Jombang runtuh usai digarap CV Ace Mitra Utama, saat masih dalam masa perawatan. Nilai proyeknya Rp297 juta lewat tender oleh Dinas Pendidikan.

BACA JUGA: Video Bupati Jember Melengos Ogah Tanggapi Hukuman dari Gubernur Jatim

Kepolisian juga yang bertindak menangani kasus SDN 2 Keting. Tim penyidik sampai meminta bantuan labfor Polda Jatim, namun hingga sekarang belum ada penetapan tersangka. (sut)

Post Terkait

banner 468x60