Banyuwangi Diminta Siapkan Pra-conditioning Kawasan Prioritas Selingkar Ijen

  • Whatsapp
banner 468x60


 
NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menyiapkan pra-conditioning utamanya di kawasan prioritas Selingkar Ijen. Sebab, saat ini Selingkar Ijen masuk program pembangunan prioritas Nasional.

“Banyuwangi pada dasarnya dalam 10 tahun terakhir mengalami kemajuan yang sangat pesat. Mandat sekarang dari Peraturan Presiden 80 adalah Selingkar Ijen,” kata Khofifah.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi, prioritas percepatan pembangunan kawasan di Jawa Timur, terdapat di Kawasan Gerbang Kertasusila dan sekitarnya, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan, serta Kawasan Selingkar Ijen. 

Di Perpres No 80 tersebut setidaknya terdapat 24 proyek strategis di Kawasan Selingkar Ijen. Kawasan Selingkar Ijen sendiri meliputi beberapa kabupaten yakni Banyuwangi, Jember, Bondowoso, dan Situbondo. Namun yang paling banyak terdapat di Banyuwangi. 

Kawasan Selingkar Ijen Masuk Prioritas Pembangunan Nasional

“Karena itu kami menitipkan pesan pada bupati dan wakil bupati yang baru, untuk melakukan pra-conditioning menyiapkan tim, kemudian melakukan telaah pada proyek strategis nasional utamanya yang berkaitan di lingkar Ijen,” jelas Khofifah. 

Kawasan Selingkar Ijen masuk dalam prioritas pembangunan nasional. Karena itu Kawasan Gunung Ijen harus dijadikan catatan prioritas oleh Pemkab Banyuwangi. 

Ini, menurut Khofifah karena selama ini wisatawan-wisatawan yang ke Kawah Ijen lebih banyak melalui Banyuwangi. Khofifah meminta pada pemerintahan Banyuwangi yang baru untuk melakukan penguatan-penguatan di kawasan Selingkar Ijen ini. 

“Seperti format-format digitalisasi sistem harus terus dikembangkan. Trendnya saat ini UMKM kita membutuhkan market yang lebih luas, penjualan online akan semakin masif. Karena itu dibutuhkan penguatan-penguatan digitalisasi ekonomi. Seperti pelaku UMKM dipersiapkan untuk pembayaran cashless agar nantinya wisatawan terutama wisatawan asing bisa memiliki banyak alternatif pembayaran,” pinta mantan Menteri Sosial itu. 

“Jadi sangat penting untuk menjadikan Kawasan Selingkar Ijen catatan prioritas bagi pemerintahan yang baru,” tambah Khofifah. 

Beberapa proyek strategis nasional Selingkar Ijen yang masuk kawasan Banyuwangi yang nantinya bisa menjadi percepatan pertumbuhan ekonomi di antaranya peningkatan fasilitas wisata Kawah Blue Fire salah satunya proyek cable car, pelebaran  dan pembangunan  jalan nasional  dari  Rogojampi sampai Jember, pelebaran jalan nasional Situbondo-Ketapang, pembangunan jalan dari exit  tol  Probowangi ke Bandara Banyuwangi, pembangunan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. 

Selain itu di Banyuwangi juga terdapat proyek peningkatan fasilitas Wisata Pantai Sukamade, pengembangan eduwisata Alas Purwo dan Meru Betiri, pengembangan pariwisata dan marina, serta lainnya. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat dan Gubernur Jatim pada Banyuwangi selama ini. “Arahan-arahan dari Ibu Gubernur menjadi salah satu inspirasi kami dalam menyusun program kerja ke depan,” kata Ipuk.

Ipuk mengatakan akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait percepatan pembangunan Kawasan Selingkar Ijen. “Terima kasih Bu Gubernur telah memberikan banyak arahan pada kami,” kata Ipuk. 

Sesuai dengan arahan gubernur, Ipuk akan memperkuat Selingkar Ijen, utamanya digitalisasi UMKM. Ipuk mengatakan telah mempersiapkan program UMKM Naik Kelas yang salah satunya untuk digitalisasi UMKM dengan melibatkan anak-anak muda. 

Selain itu melalui program Ngantor di Desa, Ipuk juga akan mengantor di desa kawasan Selingkar Ijen untuk melakukan percepatan-percepatan. (ozi/aka)