Bangunan Cagar Budaya Dipugar, Ini Tanggapan TACB Kota Malang

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Sebuah bangunan cagar budaya yang terletak di Jalan Basuki Rahmat Kota Malang dirombak total. Hal tersebut membuat Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang merasa keberatan. Sebab, bentuk bangunan tidak sesuai dengan gambar fasad rekomendasi yang telah diberikan

Anggota TACB Kota Malang, Budi Fathony menjelaskan, pembongkaran total bangunan lama menjadi bangunan baru sebelumnya tidak pernah dikomunikasikan bersama TACB.

"
"

Baca Juga

"
"

“Harusnya butuh ketemu dulu dengan kami. Tidak serta merta langsung membangun dan membongkar total,” tegas dia.

Menurutnya, kawasan Heritage Kayutangan termasuk dalam area cagar budaya di Kota Malang. Jika memang ingin melakukan pembangunan, sebaiknya pemilik bangunan harus melakukan komunikasi terlebih dahulu.

“Pemilik bangunan baru berkomunikasi dan mediasi dengan kami. Setelah kami merekomendasikan pada pertengahan tahun 2018, agar pembangunan dihentikan sementara waktu,” jelas dia.

Setelah pembangunan dihentikan, pemilik bangunan serta anggota TACB melakukan mediasi. Hasilnya, TACB Kota Malang memberikan gambar rancangan fasad yang direkomendasikan dan wajib dipatuhi oleh pemilik bangunan. Setelah sepakat, pembangunan kembali dilakukan.

“Namun, pemilik bangunan justru tidak membangun sesuai dengan gambar rekomendasi yang kami berikan. Sehingga akhirnya bentuk bangunan baru yang dibangun tersebut merusak visual dari kawasan Heritage Kayutangan,” imbuh dia.

Budi menilai, pemilik bangunan tersebut telah sengaja melanggar peraturan yang telah dibuat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

“Pemilik bangunan secara sengaja tidak mengindahkan Perda Kota Malang No. 1 Tahun 2018 Tentang Cagar Budaya serta UU Cagar Budaya No. 11 Tahun 2010. Seharusnya patut diberi sanksi sesuai dengan UU Cagar Budaya,” kata dia.

Upaya Persuasif

Sementara itu, Sekretaris TACB Kota Malang, Agung H Buana mengungkapkan, pihaknya telah memberikan peringatan persuasif kepada pemilik bangunan untuk melakukan peninjauan kembali. Sebab, Agung menilai, dalam pembangunan yang dilakukan tidak sesuai dengan gambar yang direkomendasikan.

“Ada ketidaksesuaian gambar rekomendasi yang kami berikan dengan kenyataan di lapangan. Saat ini kami masih menunggu, bagaimana respon dari pemilik bangunan. Apakah ke depannya akan mengembalikan bentuk bangunan sesuai dengan yang direkomendasikan atau tidak,” papar dia.

Namun, jika pembangunan tetap tidak sesuai dengan rekomendasi, maka TACB akan kembali mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan pembangunan.

“Saat ini kami masih membahas untuk langkah selanjutnya seperti apa. Bila memang terbukti melanggar, maka akan kami laporkan ke Satpol PP selaku instansi penegak perda,” tandas dia. (nda/top)

Post Terkait

banner 468x60