Awal Tahun 2021, Satresnarkoba Polresta Malang Kota Berhasil Ungkap 65 Kasus

  • Whatsapp
Ilustrasi Sabu
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Malang Kota tak main-main dalam melakukan ungkap kasus narkotika. Sebab, sepanjang bulan Januari hingga Februari 2021, pihak kepolisian berhasil mengungkap sebanyak 65 kasus yang terjadi di wilayah Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, sepanjang bulan Januari 2021, Satresnarkoba Polresta Malang Kota berhasil mengungkap sebanyak 37 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 44 orang. Sementara pada Februari 2021, diungkap 28 kasus dengan 29 tersangka.

Baca Juga

BACA JUGA: Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba, Polresta Malang Kota Gelar Tes Urine

“Totalnya, ada 65 kasus, dengan 73 tersangka, dengan total barang bukti yang diamankan berupa ganja seberat 3.255,66 gram, sabu 693,485 gram, ekstasi 31 butir, dan pil dobel L sebanyak 3.614 butir,” imbuh dia.

Leo menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti untuk berupaya memberantas dan memerangi peredaran narkoba di wilayah Kota Malang. “Kami akan tetap berkomitmen memerangi narkoba di wilayah Kota malang,” ujar Leo.

Sementara itu Kasatresnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Rosa Piliang mengatakan, peredaran narkoba di wilayah Kota Malang, terjadi pada seluruh wilayah kecamatan. Sebab, pelaku akan menggunakan kesempatan yang ada untuk melakukan transaksi narkoba, di wilayah manapun.

“Kami tidak bisa menentukan titik mana yang rawan, karena dimanapun mereka bisa melakukan perbuatannya. Peredaran narkoba terjadi di tiap kecamatan yang ada di Kota Malang,” kata Rosa.

BACA JUGA: Terduga Pengedar Narkoba Dibekuk Polres Situbondo

Saat ini, lanjut Rosa, para pengguna dan pengedar narkoba di wilayah Kota Malang kebanyakan berstatus pengangguran. Mereka terjerat bujuk rayu bandar narkoba, dengan iming-iming bisa menghasilkan uang yang cukup banyak, dan pada akhirnya malah menjadi pengguna narkoba.

“Untuk kurir, kebanyakan mereka yang tidak bekerja, dibujuk dengan imbalan cukup besar, dan kemudian mereka akhirnya juga menjadi pengguna,” tandas Rosa.(nda/lna)