Aturan PPKM Dilonggarkan, Sejumlah Hotel di Kota Malang Sediakan Paket Intimate Wedding

  • Whatsapp
kota malang
Ilustrasi intimate wedding. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melonggarkan sejumlah aturan, utamanya dalam kegiatan usaha sebagai bentuk pemulihan ekonomi. Tak terkecuali, penyelenggaraan event pernikahan.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah hotel di Kota Malang menawarkan beberapa alternatif bagi calon mempelai. Mereka menawarkan paket intimate wedding dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga

BACA JUGA: Resepsi Pernikahan Boleh Digelar Saat PPKM Mikro

Seperti yang dilakukan oleh Hotel Tugu Malang. Dengan sejumlah function room tematik yang fleksibel, mereka menawarkan paket romantic intimate wedding dengan jamuan cocktail dan makanan kecil. Setiap venue yang ada bisa diatur sedemikian rupa untuk memberikan pengalaman romantic bagi calon mempelai.

“Kami memiliki paket komplit akad nikah yang sangat intim, termasuk hiasan kursi dan meja akad, serta hiasan bunga yang elegan. Dengan penggunaan eksklusif venue seperti Keraton Ball Room yang terinspirasi dari lobi Keraton, hingga Tirta Gangga yang terinspirasi dari perjalanan jalur sutra. Paket tersebut sudah termasuk kudapan bagi 25 undangan, satu kamar Executive Suite untuk pengantin yang dilengkapi dengan sarapan pagi, serta romatic dinner untuk pasangan pengantin,” terang Public Relation Hotel Tugu Malang, Reimanda Azka.

Perempuan yang akrab disapa Manda tersebut menguraikan, ada beberapa paket wedding yang ditawarkan. Seperti The Javanese Wdding dengan nuansa khas Jawa yang diiringi dengan alunan gamelan. Serta berbagai ritual tradisi pranikah. Seperti, mangiran (pijat masker tubuh), siraman (mandi bunga), panggih (pertemuan pengantin), sungkeman (permintaan restu orang tua), wiji dadi & tampa kaya (simbolisasi pemimpin keuangan dalam keluarga).

BACA JUGA: Hotel Tugu Malang Siapkan Konsep Meeting Sesuai Protokol Kesehatan

“Paket ini dilengkapi dengam dekorasi pernikahan ala keraton Jawa, pengalaman bersantap otentik, pertunjukan wayang klasik, hingga menaiki kereta kuda antik melalui romansa nostalgia Malang. Paket ini dapat menjadi pilihan bagi para mempelai yang ingin mengaplikasikan tema pernikahan tradisional,” kata dia.

Kemudian, paket pernikahan 1001 Nights – Wedding in the Sahara di lorong The Endless Love Avenue menuju The Sahara dengan suasana pesta outdoor.

“Selain itu, kami juga menawarkan Babah Peranakan Wedding yang menawarkan perpaduan budaya. Para tamu akan diajak untuk merayakan pernikahan di ruang makan Babah dengan santapan lima menu makan malam dalam tema tersebut. Terdapat pula Sangjit dan upacara Tea Pai yang intim yang diselenggarakan di venue eksklusif,” kata dia.

Atria Hotel

Selain hotel Tugu, Atria Hotel Malang juga menawarkan paket pernikahan yang juga dilengkapi dengan serangkaian penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Pada masa pandemi tren pernikahan ikut berubah menjadi intimate wedding dan mengikuti aturan yang ada terkiat protokol kesehatan. Saat ini, rata-rata tamu undangan yang mengadakan resepsi pernikahan di Atria Hotel Malang sekitar 200 – 300 orang. Sesuai dengan Surat Edaran Walikota Malang resepsi pernikahan saat pandemi di bagi ke dalam beberapa sesi, di mana setiap sesi hanya dihadiri oleh 50 perserta. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kerumunan. Meskipun dibatasi kami yakin antusiasme warga Malang melaksanakan pernikahan masih cukup tinggi tahun ini,” ujar Sulistyawati, Assistant Sales Manager Atria Hotel Malang.

Paket wedding tersebut dibanderol Rp 150 ribu per orang dengan fasilitas untuk meeting pre-wedding, foto pre-wedding, delapan item makanan internasional atau Indonesia, akomodasi deluxe room selama satu malam bagi pengantin hingga harga khusus bagi keluarga dan kerabat mempelai.

“Kami optimis dapat mengantungi 15 resepsi pernikahan. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dari segi pelayanan maupun produk agar para mempelai, keluarga, dan tamu undangan merasa puas,” tandas dia.

Apalagi, permintaan kegiatan pernikahan pada awal tahun 2021 cenderung mengalami peningkatan. “Kami tercatat telah melaksanakan acara pernikahan sebanyak 10 kali baik resepsi maupun akad pernikahan selama periode bulan Januari sampai Februari 2021. Tentunya, seluruh acara pernikahan yang dilakukan selama periode tersebut telah memenuhi syarat sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Malang,” pungkas dia.(nda/lna)