Aquascape Jadi Lahan Basah Menuangkan Imajinasi dalam Akuarium

  • Whatsapp
aquascape lahan basah
Evan Okta Harendrawan mendisplay tanaman aquascape di kios miliknya yang berada di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo Kota Batu. Foto: Noerhadi/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM-BATU- Sejak marak lima tahun silam, bisnis aquascape jadi lahan basah yang menjanjikan saat ini. Tak hanya menampilkan kesan artistik, bisnis ini perlu wawasan untuk menata taman hidup di dalam akuarium.

Baca Juga

BACA JUGA: Perhutani Batalkan PKS dengan Pengelola Wanawisata Alaska Kota Batu

Evan Okta Harendrawan salah satu pedagang yang mengalami peningkatan omzet dari bisnis yang digelutinya ini. Pedagang aquascape di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo Kecamatan Bumiaji Kota Batu Jawa Timur ini, bisa mengantongi omzet mencapai Rp 10 juta.

Peningkatan dirasakan mulai Mei 2020. Sebelumnya omzet yang ia peroleh hanya berkisar Rp 2 juta. Bertambahnya peminat aquascape menjadi salah satu faktor peningkatan omzet. Terlebih saat kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat membuat aquscape sebagai eskapisme mengobati kejenuhan.

“Ya peminat Aquascape dari Malang Raya tambah banyak biasanya sebulan hanya laku satu Aquascape, saat ini bisa mencapai tiga Aquascape,” kata Evan, Senin (28/9/2020).

Harga yang dibanderol Evan bervariatif, mulai Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta. Harga yang dipatok didasarkan pada ukuran aquarium serta tema yang digunakan dalam mendekorasi tanaman.Macam tema yang sering digunakan seperti natural style, dutch style, iwa gumi style dan paludarium yang booming saat ini.

“Bahan baku saya budidaya sendiri seperti tanaman air biasanya jenis stemplant, moss dan anubias yang saya gunakan,” katanya mengakui aquascape lahan basah untuk bisnis kepada induk imperiumdaily.com ini.

Di Kota Batu bisnis ini mulai berjalan dengan baik. Sejalan dengan bisnis budidaya bunga, yang menjadi andalan kota yang dipimpin Dewanti Rumpoko ini.(wok/cak)

Post Terkait

banner 468x60