Angka Narkoba Tinggi, DPRD Jatim Dorong Pencegahan Melalui Media

  • Whatsapp
Anggota DPRD Provinsi Jatim mendorong media lebih aktif dalam pencegahan narkoba. (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PROBOLINGGO – Tingginya angka peredaran narkotika dan obat-obatan (Narkoba) di Jawa Timur, menjadi sorotan DPRD Provinsi Jatim. Untuk meminimalisir hal itu, peran media sebagai upaya pencegahan diharapkan lebih maksimal lagi.

Hal tersebut, disampaikan anggota DPRD Provinsi Jatim Muzammil Syafi’i saat menggelar diskusi panel bersama awak media Rabu, 16 September 2020 di salah satu aula hotel. Pihaknya menyoroti, meski penegakkan hukum terhadap kasus narkoba selalu berjalan, nyatanya masih tetap meningkat di tengah pandemi COVID-19.

"
"

Baca Juga

"
"

“Pada tataran nasional, kasus narkoba itu sampai 3-4 juta jiwa. Sedangkan di Jatim, itu sebanyak 348 ribu, dan itu didominasi pemuda dan anak,” jelas Wakil Bupati Pasuruan periode 2003-2008 ini.

BACA JUGA: Prihatin Terhadap Banyaknya Kasus Narkoba di Sumenep, Ini Harapan Duta Narkoba

Ia menilai, penegakkan hukum juga jadi sebuah dilematis. Kalau semua dimasukkan penjara juga akan terbatas, terlalu kendor juga makin meningkat kasusnya.

“Jadi yang paling utama adalah pencegahan. Nah, peran media inilah yang dirasa paling efektif untuk mencegah peredaran narkoba selama ini,” tambah Wakil Ketua Komisi A sekaligus Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi Jatim ini.

Kedepan, pihaknya akan menjalin koordinasi dengan Provinsi Jatim, Forkopimda Jatim, termasuk BNN, Aktifis Gerakan Anti Narkoba dan organisasi profesi kewartawanan.

“Kami koordinasi dengan Provinsi Jatim, semoga ada kerja sama yang lebih kuat. Termasuk komitmen-komitmen bersama agar peran media dalam pencegahan narkoba bisa dilaksanakan di daerah-daerah Jatim,”tandasnya.

Pencegahan Narkoba Prioritas Utama

Sementara itu, Muzammil yang didampingi Ketua DPD NasDem Kota Probolingo Zulfikar Imawan, mendukung langkah konkrit DPRD Provinsi Jatim tersebut. Upaya pencegahan peredaran narkoba, menjadi prioritas utama demi menjaga generasi bangsa.

“Di tengah pandemi COVID-19 ini, peredaran narkoba masih menjadi ancaman termasuk di Kota Probolinggo. Sehingga melalui, ini diharapkan bisa benar-benar mencegah Kota Probolinggo dari pengaruh narkoba,” ucap pria yang biasa disapa Iwan ini.

BACA JUGA: Operasi Tumpas Narkoba Semeru, Polresta Malang Kota Ungkap 24 Kasus dan 32 Tersangka

Perlu diketahui, sejak akhir Agustus hingga 4 September 2020, Polres Probolinggo Kota menggelar Operasi Tangguh Narkoba Semeru. Hasilnya, 6 tersangka peredaran narkoba digulung.

Dari tangan pelaku, berhasil mengamankan sabu seberat 22,19 gram. Sedangkan pil koplo berhasil disita sebanyak 528 butir. (ras/lna)

Post Terkait

banner 468x60