Anggota PPKBD Ambunten Sumenep Gagal Mendapat Bantuan BPJS Ketenagakerjaan

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM—SUMENEP – Sejumlah anggota Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur mengeluh tidak bisa menerima program bantuan langsung tunai (BLT) BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga

Pasalnya, setiap bulan semua anggota PPKBD menyetor uang bulanan BPJS Ketenagakerjaan. Menurut penuturan Koordinator PPKBD kecamatan Ambunten Syukroniyah, awal Agustus lalu, PPKBD dan Subs PPKBD diminta menyetorkan foto copy KTP, foto copy kartu BPJS dan nomor rekening untuk mendapatkan BLT BPJS ketenagakerjaan oleh Pendamping Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

Namun sayangnya, hingga bulan Oktober, bantuan yang ditunggu-tunggu tersebut tak kunjung masuk ke nomor rekening masing-masing anggota PPKBD. “Padahal PPKBD Kecamatan yang lain sudah menerima,” ungkapnya Rabu 21 Oktober 2020.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa iuran bulanan BPJS Ketenagakerjaan tersebut setiap bulannya di setorkan ke penanggung jawab PLKB Kecamatan Ambunten. Yakni Arwan.

Karena BLT tersebut tak kunjung cair, maka seluruh anggota PPKBD menanyakan kabar program bantuan itu ke Arwan selaku PLKB Kecamatan Ambunten yang mengkoordinir penarikan iuran BPJS ketenagakerjaan tersebut.

“Katanya suruh nunggu, belum gilirannya, Ternyata saat kami konfirmasi ke BPJS, uang iuran kami tidak disetorkan dari bulan Maret lalu sama pak Arman,” jelasnya.

Sekedar informasi, program BLT BPJS ketenagakerjaan setiap anggota PPKBD mendapatkan Rp 2.400.000. Sedangkan jumlah anggota PPKBD di Kecamatan Ambunten ada 30 orang. Jika jumlahkan maka bantuan tersebut menghasilkan uang sebesar Rp 72 juta.

Karena tak kunjung ada kejelasan, PPKBD mulai menuntut kepada Arwan selaku PLKB Ambunten, alhasil iuran BPJS ketenagakerjaan PPKBD itu baru dibayar bulan ini.

“Tapi kan percuma, kami tetap tidak bisa dapat bantuan itu, sebab terakhir penyetoran syaratnya tanggal 31 Agustus lalu ke BPJS, berarti dari Maret-September uang iuran kami dipakai sediri oleh pak Arwan,” bebernya.

Telat Setorkan Iuran

Disisi lain, PLKB Kecamatan Ambunten Arwan tidak menafikkan jika PPKBD di wilayahnya tidak bisa mendapatkan program BLT BPJS ketenagakerjaan tersebut. Sebab kata dia, PPKBD telat menyetorkan iuran BPJS ketenagakerjaan terhadapnya. “Iya itu alasannya, karena telat nyetor,” elaknya.

Ia beralasan, pihaknya tidak menggunakan uang iuran BPJS ketenagakerjaan milik PPKBD. Menurutnya, mereka tidak mendapatkan BLT BPJS karena murni terlambat menyetorkan iuran bulanan tersebut terhadapnya. “Iuran BPJS mereka sudah saya bayarkan bulan ini, jadi saya ini hanya mengkoordinirkan,” kilahnya.

Ditanya soal keterlambatan penyetoran iuran ke BPJS, pihaknya enggan berkomentar. “Yang jelas saya sudah setorkan iuran BPJS ketenagakerjaan mereka,” pungkasnya. (nam/aka)