Anggota Linmas Geruduk Kantor Kelurahan Kauman Kota Malang, Tuntut Honor PSBB

  • Whatsapp
Linmas Kota Malang
Anggota Linmas Kelurahan Kauman Kota Malang Jawa Timur meminta honor PSBB, Senin (21/7/2020). Foto: ist/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG- Puluhan anggota linmas atau hansip mendatangi Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (21/7/2020). Mereka menggelar aksi untuk menuntut honor selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tak kunjung cair.

BACA JUGA: Ada Pos Kamling Digital di Kota Malang, Dipakai Siswa Kerjakan Tugas

"
"

Baca Juga

"
"

Berbagai macam tuntutan tersebut dituangkan dalam bentuk poster yang ditempel di pagar Kelurahan Kauman. Mereka menuliskan ungkapan hati mereka melalui tulisan “Linmas jangan di PHP Kami menuntut Hak Kami,” “Turunkan Lurah, Pimpinanku Ambyar,” dan lainnya.

Salah satu anggota Linmas di Kota Malang ini, Muchlis Jaenuri mengungkapkan, aksi tersebut dilakukan untuk menuntut honor para linmas yang dijanjikan selama masa PSBB.

“Kami dijanjikan kalau selama masa kegiatan PSBB itu ada honornya, sekitar Rp 600 ribu per orang. Anggota linmas kami berjumlah 20 orang. Sampai saat ini belum cair,” terang dia, Selasa (21/7) di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, informasi terkait honor bagi anggota Linmas tersebut memang masih simpang siur. Sebab, menurut pihak kecamatan, selama masa PSBB memang tidak ada honornya.

“Honor yang kemarin penyampaian memang kurang jelas dari bapak lurah. Kemarin kan penyampaian ada honornya, ternyata dari kecamatan tidak ada honor,” papar dia dikutip induk imperiumdaily.com ini.

Menanggapi aksi tersebut, pihak kelurahan dan Kecamatan Klojen langsung menggelar mediasi. Sehingga, diketahui, terkait honor tersebut sempat terjadi salah paham.

Honor Linmas Tak Ada di Anggaran PSBB

Camat Klojen, Heru Mulyono menjelaskan, honor PSBB sudah tertuang dalam aturan, bahwa memang untuk petugas yang berjaga di check point pada bulan Mei 2020 lalu.

“Dalam PSBB, tata aturannya itu yang dapat honor adalah petugas-petugas yang ada di pos-pos check point. Kalau pengamanan di dalam kampung, merupakan inisiatif dan swadaya masyarakat. Ada miskomunikasi di situ,” jelas dia.

Heru menguraikan, selama masa PSBB, seluruh anggota Linmas melakukan monitoring di wilayah kampungnya masing-masing. Namun, persepsi terkait penjagaan selama masa PSBB tersebut tidak dijelaskan.

“Ini yang diberi reward monitoringnya bukan menjaga PSBB nya. Kalau PSBB-nya keliru. PSBB di kelurahan kan nggak boleh ada anggaran untuk itu,” tegas dia.

Dengan mediasi tersebut, pihaknya meluruskan terkait aturan pemberian honor. Misalnya, di setiap kampung ada kegiatan tertentu dan akan mendapatkan anggaran khusus.

“Makannya kita luruskan tadi, tata aturan boleh memberikan uang harian bukan honor. Jadi, dibolehkan diberikan uang sesuai dengan aktivitasnya. Ya sudah, ini kan hanya komunikasi aja antara kebutuhan ini ada anggaran, menyambungkan ini,” tandas dia.

Sementara, hasil pertemuan tersebut, pihak anggota Linmas yang melakukan aksi menyepakati apa yang telah disampaikan pihak kecamatan. Tak berselang lama, segala tulisan yang telah terpasang di pintu pagar Kelurahan Kauman juga telah dicabut.(nda/cak)

Post Terkait

banner 468x60