Anggaran Besar, Serapan DPKPP Masih Minim

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menuturkan serapan belanja daerah Pemkot Batu per 17 Desember mencapai 70 persen dari total anggaran Rp 1,1 triliun.
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU– Terhitung hingga 17 Desember 2020, prosentase belanja daerah Pemkot Batu berada di angka 70,10 persen. Atau Rp 798 miliar dari total alokasi Rp 1,1 triliun. Dari berbagai SKPD yang ada Dinas Pendidikan Kota Batu jadi yang mampu menyerap maksimal dengan anggaran tertinggi.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengungkapkan jika anggaran yang mampu diserap oleh Dinas Pendidikan mencapai 84,44 persen atau Rp 171,7 miliar dari plot anggaran Rp 203,4 miliar. Kemudian disusul dengan beberapa dinas lainnya.

Baca Juga

Ia menambahkan, Dindik merupakan OPD yang anggaran belanja dan operasional paling tinggi dari OPD lainnya.

Begitu juga untuk serapannya, Dindik jadi yang maksimal. Ini karena memang kebutuhan untuk bidang pendidikan di Kota Batu jadi yang utama.

Ia mencontohkan, anggaran Dindik digunakan untuk beberapa program seperti beasiswa bagi pelajar ke Perguruan Tinggi sekitar Rp 400 juta.

Kemudian pemberian insentif bagi 13331 GTT di Kota Batu tiap bulannya. Dengan besaran insentif beragam, mulai Rp 400 ribu guru Paud, Rp 500 ribu dan juga yang Rp 750 ribu bagi guru SD-SMP.

Selain Dindik Ada DPUPR Memiliki Anggaran Besar

“Selain Dindik, OPD yang memiliki anggaran besar dan serapan diatas 80 persen adalah DPUPR dengan anggaran Rp 78,6 miliar terserap Rp 66,6 miliar atau 84,66 persen.

Untuk DPUPR program terlaksana sebanyak 216 paket dengan anggaran mencapai Rp 38,7 miliar,” papar dia.

Kemudian ada Dinas Pertanian yang memiliki anggaran Rp 32,4 miliar mampu terserap Rp 27,8 miliar atau 85,81 persen. Untuk sektor pertanian banyak saprodi, bibit, dan pupuk subsidi yang diberikan ke petani.

Namun ada juga OPD yang memiliki anggaran besar tapi minim serapan. Yakni Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dengan anggaran Rp 59,2 miliar yang hanya menyerap Rp 13,7 miliar atau 22,47 persen.

Menurut Punjul, minimnya serapan bukan karena program tak jalan, tapi karena masih proses pembayaran.

“Bukan tidak maksimal. Tapi karena memang ada yang masih proses pembayaran dan ada yang belum selesai seperti proyek hanggar Pemadam Kebakaran dengan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan bahwa maksimalnya penyerapan anggaran karena memang penyusunan progam dibuat sematang mungkin. Begitu juga pelaksanaannya di lapangan.

“Untuk semua program memang sudah dimatangkan. Serta kami mengajukan program yang benar-benar prioritas agar berjalan maksimal. Terbukti program seperti pemeliharaan jalan, pembangunan saluran drainase, pemasangan PJU dan PJL terlaksana sesuai rencana,” pungkasnya.(wok/aka)