Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus Unitri Tuntut UKT 50 Persen, Ini Tanggapan Pihak Rektorat

  • Whatsapp
Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus Unitri
Puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus melakukan demontrasi di depan UPMB Unitri, Kamis (4/3/2021).Foto: Selo/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG- Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus Unitri menggelar aksi demonstrasi, Kamis (4/3/2021). Ada puluhan mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang yang beraksi. Mereka menuntut penurunan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di Kampus Unitri.

BACA JUGA: Mahasiswa KKN Unitri Bantu Kampanye Cegah Covid-19 di Malang Raya – Nusadaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Ini Presiden Mahasiswa Baru Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Isi Kekosongan Kepemimpinan – Imperiumdaily.com

Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus ini melakukan aksi mulai pukul 08:00 WIB dan berakhir pukul 12:00 WIB. Aksi ini dilakukan di depan kantor Unit Pelayanan Mahasiswa Baru ( UPMB ) Unitri. Seruan aksi ini dilaksanakan secara damai tanpa harus merugikan pihak manapun.

Kordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus, Evaldus Firman memberi penjelasan. Bahwa aksi yang dilakukan merupakan keresahan mahasiswa terhadap proses syarat perpotongan SPP yang berbelit-belit. Tujuan mahasiswa turun demo adalah lantaran keresahan mahasiswa terhadap proses potongan SPP.

“Menurut kami sangat berbelit-belit lantaran keadaan sekarang yang masih pandemi. Sehingga mahasiswa mengalami kendala dalam melaksanakan pemotongan SPP karena protokol kesehatan di mana-mana. Sehingga untuk melakukannya sangat sulit. Dan aksi kali ini bukan atas nama pribadi, tetapi perwakilan dari semua mahasiswa Unitri,” ungkapnya.

Firman juga menambahkan aksi kali ini menuntut dan menyampaikan tiga poin penting kepada pihak kampus.

  1. Menuntut dan memohon kepada Rektor Unitri Malang untuk pemotongan 50 persen SPP tanpa persyaratan yang berbelit-belit.
  2. Menuntut pihak kampus agar adanya transparansi terkait biaya pendidikan, dalam hal ini rincian biaya SPP, Registrasi , praktikum dan bidikmisi.
  3. Menuntut pihak kampus agar memperbaiki sistem pelayanan yang bijaksana, adil dan mengayomi.

“Tuntutan-tuntutan ini semoga didengar dan direalisasi oleh pihak kampus,” ungkapnya mewakili Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus Unitri.

Kampus Unitri Beri Keringanan

Terpisah, Wakil Rektor 3 Dr. Totok Sasongko,MM menjawab soal tiga tuntutan mahasiswa tersebut. Pihak kampus sudah memberikan dispensasi bagi mahasiswa terkait subsidi pemotongan sejak awal semester ganjil 2020/2021 sampai saat ini.

“Pihak kampus memberikan pemotongan SPP 20 persen dan mahasiswa yang mendapatkan pemotongan ini merupakan mahasiswa yang benar-benar terdampak COVID-19 dan kurang mampu,” jelasnya.

Totok Sasongko juga menyampaikan proses pengajuan permohonan keringanan subsidi sebesar 20 persen sudah dibuka. Ini untuk semester genap dan sudah dibuka sejak tanggal 1 Maret 2021dan berakhir tanggal 15 Maret 2021.

“Yang sudah daftar sampai dengan tanggal 2 Maret 2021 kemarin, sekitar 1.008 mahasiswa. Tentu angka ini akan selalu berubah-ubah setiap harinya sampai masa berakhir tanggal 15 Maret 2021,” ungkapnya.

Totok Sasongko juga menambahkan mahasiswa memiliki hak untuk dapat menyampaikan aspirasinya. Yakni melalui Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa ( DPM ).

“Mahasiswa memang memiliki hak untuk menyampaikan segala aspirasinya kepada pihak kampus. Tetapi harus melalui prosedur yang sudah diatur dalam kampus yaitu melalui BEM dan DPM. Kemudian segala aspirasinya akan ditampung dan disampaikan oleh kedua organisasi langsung,” tutupnya.(nd1/cak)