Alasan Buru-buru, Warga Tulungagung Masih Banyak yang Abai Pakai Masker

  • Whatsapp
PNS yang disanksi pushup karena tidak memakai masker.(ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Polres Tulungagung menggelar razia ketertiban penggunaan masker di depan Station Tulungagung pada Rabu (16/09) pagi. Hasilnya, puluhan pelanggar Protokol Kesehatan terjaring dan diberi sanksi pushup sebanyak lima kali atau menyanyikan lagu Indonesia raya.

Sebagian besar mereka yang terjaring adalah warga Tulungagung yang berangkat kerja dan terburu buru sehingga tidak menggunakan masker. Bahkan banyak di antara mereka yang membawa masker tersebut namun tidak digunakan, malah dimasukkan ke dalam kantong celananya.

Baca Juga

Salah satu pelanggar yang terjaring dalam razia kali ini adalah seorang PNS di salah satu instansi. Ia membawa masker namun tidak digunakan, berdalih terburu buru harus segera ke kantor.

BACA JUGA: Dua Minggu ke Depan, Polres Tulungagung Fokus Razia Masker

“Saya mau ke kantor mas, maskernya ada tapi saya kantongi, ini,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Abah, salah satu warga Tulungagung yang mengemudikan mobil ini membawa masker namun tidak digunakan semestinya, sehingga harus diperingatkan oleh petugas.

Abah mengaku lupa karena sudah terlanjur masuk ke dalam mobil yang dikendarainya. “Mohon maaf pak, besok langsung saya pakai,” ucapnya.

Kejadian serupa juga dialami oleh Irene, perempuan yang menggunakan jasa ojek online ini membawa masker namun tidak memasangkannya di bagian mulut dan hanya memegangnya saja, sehingga harus disangsi menyanyikan lagu Indonesia raya.

“Lupa pak mau buru buru ke tempat kerja, jadinya sudah dibawa tapi tidak dipakai,” tuturnya.

Sementara itu Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia yang memimpin operasi ini mengatakan, pihaknya bersama TNI dan Pemkab masih belum menerapkan denda administrasi bagi pelaku pelanggaran protokol kesehatan di Tulungagung.

Namun dalam operasi kali ini pihaknya sudah mengingatkan agar masyarakat benar benar mentaati aturan Protokol Kesehatan. Sebab mulai minggu depan sanksi pemberian denda mulai diberlakukan.

“Kita masih pembinaan, belum pada sanksi denda, kemungkinan mulai minggu depan akan kita terapkan,” jelasnya.

Disinggung mengenai besarnya denda administrasi yang akan dikenakan kepada pelaku pelanggar Prokes, Pandia mengaku masih menunggu aturan yang sedang dibahas oleh Pemkab Tulungagung.

“Nanti tergantung aturan pak Bupati, kita sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

BACA JUGA: Di Tulungagung, Khofifah Gowes Sembari Kampanye Bermasker

Pandia mengakui, sejumlah daerah lainnya telah menerapkan sanksi berupa denda kepada pelaku pelanggar Prokes namun dirinya lebih mengedepankan pembinaan dan edukasi. Sehingga masyarakat tidak perlu harus didenda dulu baru menyadari kesalahannya.

“Kalau bisa jangan sampai didenda sudah sadar, apalagi di perkotaan ini kan kepatuhan masyarakat nya sudah 90 persen ya sampai 95 persen bahkan,” pungkasnya.(fim/lna)

Post Terkait

banner 468x60