Akui Mabuk, Terdakwa Lempar Botol di Pendopo Tulungagung Didenda

  • Whatsapp
Terdakwa pelempar botol bir di Pendopo Tulungagung saat akan meninggalkan ruang sidang.(istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Berakhir sudah rasa penasaran masyarakat akan vonis hukuman bagi pelaku pelempar botol bir dan pemecah toples nastar di Pendopo Tulungagung 29 Mei lalu. Pada Rabu (08/07) siang, Hakim tunggal dalam persidangan ini, Sri Peni Yudiwati menjatuhkan vonis berupa pidana denda sebesar 300 ribu rupiah subsider 1 bulan penjara kepada Gama Bima Prayoga (39) alias Yoyok.

Dalam persidangan yang berlangsung singkat tersebut, terdakwa hadir tanpa didampingi pengacara. Hadir pula 3 saksi, yakni 2 orang petugas Satpol PP Tulungagung yang piket menjaga Pendopo saat kejadian. Serta satu orang lainnya yakni Kasubbag Rumah Tangga Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Baca Juga

BACA JUGA: Tersangka Kasus Lempar Botol di Pendopo Kongas Tidak Ditahan

Setelah mendengarkan keterangan 3 orang saksi, Hakim memberikan waktu kepada terdakwa untuk menyampaikan keberatan ataupung sanggahan atas keterangan saksi. Namun terdakwa tidak bersuara.

Dihadapan persidangan, terdakwa Yoyok mengaku datang ke Pendopo dalam keadaan mabuk bersama dengan Suharminto. Dirinya hanya mengantarkan Suharminto yang ingin bertemu dengan Bupati Tulungagung.

Kemudian seperti tamu pada umumnya, dirinya duduk di ruang tunggu Pendopo. Sedangkan Suharminto langsung masuk ke dalam ruang tunggu dalam. Tak berselang lama terdengar keributan di aula pendopo, yang bersebelahan dengan ruang tunggu.

BACA JUGA: Ini Penyebab Anggota DPRD Tulungagung Ngamuk, Ada Aksi Lempar Botol Bir Bintang di Pendopo

“Saya Mabuk kepala saya pusing. Kalau Suharminto tidak mabuk, karena pusing itu namanya juga mabuk saya tidak bisa mengendalikan diri. Dengar ada keributan langsung saya lempar botol bir,” ujar terdakwa.

Dalam persidangan tersebut, Hakim menanyakan upaya permintaan maaf dari terdakwa kepada Bupati di Pendopo. Namun dirinya mengaku belum pernah secara langsung meminta maaf atas perbuatannya. Kendati dirinya menyesal dan berupaya meyakinkan Hakim bahwa dirinya telah meminta maaf di Polres Tulungagung.

“Minta maaf ke Pendopo belum, tapi saat pers rilis di Polres sudah minta maaf,” terangnya.

Ditemui usai persidangan, Juru Bicara Pengadilan Negeri Tulungagung, Sri Penu Yudawati mengatakan, hal-hal yang meringankan terdakwa karena selama ini terdakwa belum pernah dihukum karena tindak pidana.

“Untuk vonisnya seperti yang dibacakan tadi, dijatuhi pidana denda sebesar 300 ribu rupiah subsider 1 bulan penjara,” pungkasnya. (fim/lna)

Post Terkait

banner 468x60