Aksi Tarik Menarik Pintu Seorang Kakek PDP di Probolinggo, Bikin Viral

  • Whatsapp
Aksi tarik menarik antara sang kakek dengan tenaga medis.
banner 468x60

NUSADAILY.COM -PROBOLINGGO -Seorang kakek sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 di Kabupaten Probolinggo viral. Berapa tidak, ia berusaha menarik pintu yang hendak dikunci petugas RSUD Tongas karena merasa tidak bersalah.

Tak ayal aksi pada Kamis, 7 Mei 2020 sore hari itu viral beredar di medsos. Video berdurasi 23 detik itu, secara cepat menyebar dan diketahui para netizen.

Kakek tersebut diketahui warga Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Ia merupakan PDP yang harus dirawat di RSUD Tongas.

Di ruang Melati 3C, ia berusaha menarik dan membuka pintu yang hendak ditutup oleh petugas menggunakan pakaian alat pelindung diri (APD). Kalah tenaga, akhirnya pintu berhasil dibuka oleh pasien PDP tersebut seraya berkata.

“Jek engkok tak salah (wong saya tidak salah. Mak ekancengin labeng (kok saya dikurung dalam pintu),” ujarnya dalam bahasa Madura. Bahkan pakaian yang ia gunakan hanya menyisakan celana dalam karena bajunya terlepas.

Aksinya Bikin Warganet Tertawa

Waganet pun dibuat tertawa namun juga ada yang terkejut. Dalam video yang direkam oleh nakes itu, sempat terucap jika pasien PDP seorang kakek tersebut tidak kuat.

Dikonfirmasi NusaDaily.com, jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto membenarkan jika peristiwa itu terjadi di RSUD Tongas. Pasien merupakan PDP yang diisolasi.

“Benar pasien kakek itu PDP. Ia merasa bosan dan jenuh mungkin, namun tetap kita rawat dan kita amankan di lokasi isolasi yang lebih baik,” jelasnya melalui sambungan seluler Jumat, 8 Mei 2020.

Kondisinya memang sehat , hanya saja ada gangguan pneumonia pada hasil rontgen. Tapi, hasil rapid test nya negatif, namun masih menunggu tes SWAB.

Anang yang juga sebagai Kadinkes Kabupaten Probolinggo ini, menyebutkan bahwa seluruh pasien dengan status PDP di RSUD Tongas dalam kondisi baik dan sehat. Kondisi kembali kondusif pasca seorang kakek yang viral tersebut.

Hingga pagi ini, angka COVID-19 di Kabupaten Probolinggo tercatat jumlah ODP (orang dalam pemantauan) tercatat mencapai 433 orang. Dimana 102 orang masih dalam pemantauan, dan 327 orang lainnya sudah selesai dipantau, serta 4 meninggal dunia.

Sedangkan jumlah PDP (pasien dalam pengawasan) ada 50 orang, 16 dalam pengawasan, 17 orang dinyatakan sembuh dan 17 orang meninggal dunia. Sedangkan 23 orang dinyatakan positif, terjangkit Virus Corona di Kabupaten Probolinggo Covid-19 masih dalam perawatan. (ras/aka)

Post Terkait

banner 468x60