Abaikan Masker, Warga di Probolinggo Disanksi Masuk Ambulans Jenazah

  • Whatsapp
jenazah masker
Berikan sanksi tegas, warga di Probolinggo yang abaikan masker diminta masuk mobil jenazah
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PROBOLINGGO – Pelanggaran bagi masyarakat yang abai menggunakan masker, kini semakin dipertegas. Di Kabupaten Probolinggo, masyarakat tak menggunakan masker diberi sanksi masuk dalam ambulance jenazah COVID-19.

Hal itu dilakukan Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo pada Senin, 7 September 2020. Dimulai dari Pasar Maron, Kecamatan Maron petugas mendapati pengunjung pasar masih tak bermasker.

Baca Juga

BACA JUGA : Pimpin Karang Taruna Kota Malang, Suryadi Siap Cetak Pemuda Visioner

Warga yang tak bermasker kemudian langsung dimasukkan ke ambulans berisi jenazah pasien COVID-19 selama 3 menit. Bukan jenazah sungguhan, melainkan hanya jenazah replika.

Selama berada didalam mobil ambulans, petugas tidak henti-hentinya memberi himbauan agar selalu mengenakan masker saat berada di luar rumah. Hal itu agar benar-benar dirasakan jera oleh warga.

Koordinator Penegakkan Hukum Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto menjelaskan, operasi humanis tersebut bertujuan untuk memberikan sanksi sosial terhadap warga yang tidak disiplin atau abai memakai masker.

“Operasi ini merupakan penegakkan disiplin bagi mereka yang abai menggunakan masker. Upaya memasukkan pelanggar ke dalam ambulans dengan jenazah replika sebagai bentuk agar warga benar-benar memperhatikan pentingnya menggunakan masker,”jelas Ugas Senin, 7 September 2020.

Tak hanya itu, ada sanksi lebih berat yakni membersihkan makam selama 1 jam, membersihkan masjid, membersihkan pasar, penyitaan kartu identitas KTP selama 3 bulan hingga penutupan toko atau bedak selama 7 hari.

BACA JUGA : Gowes Bareng Penyintas, Khofifah Bagi Masker dan Minta Tak Kucilkan Pasien Covid-19

Operasi penegakkan hukum khususnya masker , diharapkan agar warga di 325 desa dan 5 Kelurahan serta 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, mampu memerangi adanya COVID-19. Memang dibanding sebelumnya, terbukti pelanggarnya turun.

“Alhamdulillah, jumlah pelanggar menurun. Namun,  ini akan terus kita lakukan. Semoga masyarakat lebih sadar terkait protokol kesehatan,”tandasnya. (ras)

Post Terkait

banner 468x60