393 Personel Gabungan Diturunkan, Takbir Keliling Dilarang

  • Whatsapp
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021, didampingi Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, dan Dandim 0815/cpyj Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto.

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Polresta Mojokerto melakukan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021 di Lapangan Patih Gajah Mada. Kali ini, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjadi inspektur upacara didampingi Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi bersama Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, Rabu, 6 Mei 2021.

Apel gabungan yang melibatkan personil Polres Mojokerto Kota, Kodim 0815 Mojokerto, Denpom V/2 Mojokerto serta personil gabungan Satpol PP dan Dishub Kota Mojokerto kali ini, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Ops Ketupat-2021 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Bacaan Lainnya

Baik pada aspek personil maupun sarana prasarana serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan Mitra Kamtibmas lainnya.

Dalam amanat Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Wali Kota, Ops Ketupat-2021 akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai tanggal 6 sampai dengan 17 mei 2021. Melibatkan 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI, serta 52.880 personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, serta Jasa Raharja.

“Pada Operasi Ketupat-2021 ini diharapkan personil TNI-Polri serta instansi terkait untuk mengedepankan kegiatan pencegahan, yang didukung dengan deteksi dini serta penegakan hukum dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dengan tetap menegakkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19” tutur Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Terpisah, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi menjelaskan, dalam Operasi Ketupat Semeru 2021 pihaknya menerjunkan total sebanyak 393 personel. “Ada 235 personel Polri yang diterjunkan, 38 personel TNI, 120 personel instansi terkait,” jelas Deddy.

Ia menyebut, ratusan personel gabungan tersebut akan disiagakan disejumlah pos pelayanan, dan pos pengamanan yang ada di wilayah hukum Polresta Mojokerto.

Ada tiga titik penyekatan, yakni Gerbang Tol Penompo, Gerbang Tol Mojokerto Barat dan Simogragrok, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Minta Masyarakat Bisa Memahami

“Kita sudah uji coba beberapa, lalu dengan tindakan putar balik terhadap kendaraan yang masih berani melaksanakan kegiatan mudik. Diharapkan masyarakat bisa memahami kebijakan pemerintah untuk tidak melaksanakan mudik tahun ini,” tukasnya.

Deddy menegaskan, pihaknya juga akan mengantisipasi jalur alternatif atau jalan tikus yang akan digunakan para pemudik. Inventarisir juga dilakukan, yang nantinya akan bekerja sama dengan warga masyarakat, selain juga menyiagakan petugas di jalan tikus tersebut.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi Ops Ketupat tahun 2020 lalu, Gangguan Kamtibmas secara umum seperti pencurian dengan pemberatan (Curat) Dan pencurian dengan kekerasan (Curas) masih mengalami kenaikan setiap tahunya, sehingga diperlukan kewaspadaan dalam pengawasannya.

“Terkait kejahatan jalanan, balap liar dan minuman keras, kita akan gelar patroli bersama stakeholder terkait untuk mengantisipasi hal ini. Untuk takbir keliling, tidak diperbolehkan. Namun jika dilakukan dengan jalan kaki masih diperbolehkan,” tandasnya.

Seperti yang diketahui, tahun 2021 Pemerintah telah resmi memutuskan melarang kegitaan mudik. Bagi seluruh masyarakat pada tanggal 6 sampai dengan 17 mei 2021.

Saat ini pemerintah masih terus berjuang menekan laju perkembangan Covid -19 dengan berbagai kebijakan. Di antaranya pendisiplinan Prokes 3 M, vaksinasi, serta diberlakukannya PPKM Mikro.(din/aka)