31 Santri Positif Covid-19, Ponpes Al Izzah Jadi Klaster Baru Kota Batu

  • Whatsapp
covid-19 batu
Proses pemulangan santri Al Izzah yang dilakuan pada bulan Maret lalu. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Walikota Batu Dewanti Rumpoko tak menampik ada klaster penularan baru Covid-19 di Kota Batu. Pernyataannya itu diasosiakan pada kasus penularan Covid-19 di Ponpes Al Izzah International Islamic Boarding School.

Baca Juga

Kasus penularan Covid-19 merebak di ponpes yang ada di Desa Sumberejo, Kota Batu itu. Dari rilis tertulis Satgas Covid-19 Kota Batu, sebanyak 31 santri dinyatakan positif Covid-19.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Al Izzah Harus Jadi Refleksi Pengurus Pondok di Kota Batu

Dewanti memastikan kasus penularan Covid-19 di Kota Batu setelah menerima laporan dari Kepala Dinkes Kota Batu, drg Kartika Tri Sulandari. Ada 31 santri yang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan tes swab.

“Ya, bisa dikatakan Al-Izzah, klaster baru di Kota Batu,” tegas Dewanti.

Sebelumnya pada Kamis lalu (17/9), kasus penularan yang terjadi di Al Izzah sempat ditanyakan kepada Kartika. Namun ia berkelakar dan terkesan melakukan simplifikasi dalam menangani penularan Covid-19 di Kota Batu.

BACA JUGA: Ratusan Santri Al Izzah Jalani Tes Swab, 31 Spesimen Swab Diuji di Tulungagung

“Positif apanya? Positif kalau sudah sembilan bulan,” seloroh Kartika.

Kurang lebih ada sekitar 500 santri yang menimba ilmu di Al Izzah. Mayoritas dari mereka berasal dari luar daerah. Dari penuturan Dewanti, 31 santri terkonfirmasi positif menjalani isolasi mandiri di lingkungan ponpes. Mereka ditempatkan di ruangan terpisah untuk menghindari penularan lebih luas.

“Mereka ini sudah dipisah bahkan di tempatkan digedung berbeda dengan yang sehat. Kan mereka tidak bergejala apa-apa mudah-mudahan dalam satu minggu ini bisa membaik,” timpal Dewanti.

Pengawasan Ketat Santri

Lebih lanjut, Dewanti meminta kepada Dinkes Kota Batu untuk lebih intens melakukan pengawasan ketat kepada santri yang ada di seluruh ponpes Kota Batu. Langkah ini agar tak menimbulkan kejadian serupa di ponpes yang ada di Kota Batu.

“Di Al-Izzah yang sudah bagus Protokol Kesehatannya masih bisa kecolongan sehingga saya benar-benar mohon untuk ponpes lain bisa lebih memperketat protokol kesehatannya,” pungkasnya.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Al Izzah dilaporkan pada 23 Agustus lalu. Seorang santri asal Surabaya dinyatakan terinfeksi Covid-19. Kemudian Dinkes Kota Batu melakukan pelacakan pada 30 Agustus lalu.

BACA JUGA: Dua Santri Terkonfirmasi COVID-19 di Tulungagung, Tak Terkait Pondok Al Izzah Kota Batu

Tes swab kepada warga di lingkungan ponpes mulai dilakukan sejak 31 Agustus hingga 13 September. Melibatkan Dinkes Pemprov Jatim, puskesmas serta tenaga kesehatan dari beberapa rumah sakit di Kota Batu.

Sebanyak 748 orang yang merupakan warga di lingkungan ponpes menjalani tes swab. Mereka terdiri dari ratusan santri, pegawai, pengelola ponpes serta pengajar. Tak terkecuali juga petugas kebersihan dan juru masak ikut menjalani tes swab. Hasilnya 31 santri dinyatakan positif Covid-19.

Hingga sekarang tercatat di Kota Batu terdapat 385 kasus dengan rincian 83 pasien aktif, 274 sembuh, serta 28 orang meninggal dunia. Selain itu juga terdapat 460 kasus suspek, 24 probable, 164 isolasi dan 286 discarded.(waok/lna)

Post Terkait

banner 468x60