21 Nakes Positif Corona, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Jamin Pelayanan Tetap Aman

  • Whatsapp
Pelayanan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar dijamin tetap aman. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BLITAR – ‘Ketika akan perang, jangan pernah berfikir tidak ada yang tertembak sama sekali. Meski senjata sudah disiapkan, namun apapun yang terjadi pasti ada korban’. Itulah kalimat yang diungkapkan Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar, dr Endah Woro Utami untuk menenangkan tenaga medisnya. Sebab saat ini terdapat 21 tenaga medis di lingkungannya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dihubungi Nusadaily.com, dr Endah Woro menegaskan, semua pasien positif corona sudah diisolasi diruangan khusus. Sehingga dirinya menjamin pelayanan kepada masyarakat tetap aman. Masyarakat tidak perlu khawatir ketika berobat, asalkan mematuhi protokol kesehatan.

"
"

Baca Juga

"
"

“Kita akan terus berjuang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik pasien corona maupun bukan. Tapi kita minta masyarakat juga membantu kita dengan terus menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, sering mencuci tangan di air mengalir, hingga menjaga jarak,” tegasnya, Rabu 22 Juli 2020.

Sementara itu, dr Woro juga terus memberikan semangat bagi tenaga medisnya. Kalau tetap memakai APD lengkap, maka diyakini bisa mengatasinya secara bersama-sama. Sehingga tidak perlu gelisah, karena justru akan menurunkan imun. Sehingga harus saling mendukung satu sama lain.

Sampai saat ini, Ruang Bedah di RSUD Ngudi Waluyo masih ditutup sementara pasca 21 tenaga kesehatan terkonfirmasi Covid-19. Hasil tracing menunjukan transmisi lokal ini bermula dari komunitas gowes para nakes. Nakes yang terkonfirmasi positif diketahui bekerja di ruang bedah, ruang yang berkaitan dengan pelayanan anak serta ruangan Hemodialisa.

“Sebanyak 65 yang kita traccing, ketemu 14 orang. Sebelumnya juga ada tujuh. Nah dari tujuh ini, ada satu yang dari kamar operasi sehingga kita melakukan pengembangan tenaga di kamar operasi kita lakukan swab,” tungkasnya

dr Endah Woro menerangkan, RSUD Ngudi Waluyo sudah memiliki alat PCR (Polymerase Chain Reaction) mandiri. Sehingga rumah sakit bisa dengan leluasa melakukan swab mandiri. Pasca temuan ini, internal rumah sakit menelusuri riwayat kontak yang memungkinkan terjadinya transmisi lokal. Satu ruangan yang saat masih ditracing ialah ruangan Hemodialisa.

“Kita meyakini jumlah itu masih bisa bertambah. Tapi dengan konfirmasi positif ini justru kita bisa bertindak bahwa yang positif ini segera diisolasi di ruangan untuk petugas rumah sakit tersendiri, dan kita lakukan penanganan. Kamar operasi kita tutup sementara waktu. Ini untuk operasi yang bersifat elektif atau bisa ditunda. Untuk yang emergency masih bisa kiya lakukan di dekat kamar IGD,” paparnya.

Soal pelayanan umum, imbuh dr Woro, pihak rumah sakit merekrut relawan sebagai pengganti nakes yang harus menjalani isolasi. Selain itu, rumah sakit juga mengatur kinerja perawat agar pelayanan tetap berjalan seperti biasa.(tan/lna)

Post Terkait

banner 468x60