Jumat, Agustus 6, 2021
BerandaRegional20 Orang Ikuti Rapid Antigen di Exit Tol Madyopuro

20 Orang Ikuti Rapid Antigen di Exit Tol Madyopuro

NUSADAILY.COM – MALANG – Memasuki H+2 Hari Raya Idul Fitri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menggelar tes antigen di Pos Penyekatan Exit Tol Madyopuro, Sabtu (15/5/2021) siang.

Sejumlah kendaraan yang melintas, tak luput dari pengawasan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Polresta Malang Kota dan tim lainnya. Mereka mencegat dan memeriksa kendaraan plat nomor luar wilayah Rayon Malang Raya. Seperti plat L, plat W, plat AG, plat P, dan plat B.

Jika pengemudi dan penumpang mobil yang diperiksa tidak dapat menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19, maka mereka diimbau untuk melakukan rapid test antigen di pos penyekatan Madyopuro.

“Mereka yang dari luar Kota Malang (luar wilayah Rayon Malang Raya) ingin masuk kesini, harus menunjukkan surat keterangan negatif Covid 19. Apabila telah memiliki surat tersebut, maka boleh melanjutkan perjalanan. Namun kalau tidak memiliki surat tersebut, akan kami tawarkan untuk melakukan rapid tes antigen dulu disini (pos penyekatan Exit Tol Madyopuro). Kalau mereka tidak mau, ya kami suruh untuk putar balik,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif.

Kegiatan tersebut digelar pukul 10.30 hingga 11.30, tercatat ada 20 orang yang dilakukan rapid test antigen. Hasilnya, semuanya dinyatakan negatif dan boleh melanjutkan perjalanan.

“Sejak awal penyekatan hingga saat ini, sudah terpakai sekitar 100 buah alat rapid test antigen. Selain itu, sejak awal penyekatan hingga saat ini, hasilnya negatif semua. Belum ada yang ditemukan hasil tesnya positif,” jelas dia.

Sementara itu Kepala Pos Pam Exit Tol Madyopuro, AKP Suwarno menjelaskan di H+2 lebaran, pihaknya telah memutar balik sebanyak tujuh kendaraan.

“Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat ada tujuh kendaraan yang kami putar balik,” terang dia.

Dirinya mengungkapkan, dari tujuh kendaraan yang diputar balik, lima kendaraan berplat nomor luar wilayah Rayon Malang Raya, tidak memenuhi standar administrasi dan standar kesehatan.

Sedangkan, sisanya atau sebanyak dua kendaraan, berplat nomor wilayah Rayon Malang Raya. Namun, mereka harus diputar balik, karena tidak mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Untuk dua kendaraan, memang berisi masyarakat dari Rayon Malang Raya. Namun ternyata di dalam kendaraannya, berisi enam hingga tujuh orang. Padahal harusnya dibatasi hanya 50 persen saja, sehingga terpaksa kami lakukan tindakan putar balik,” pungkas dia.(nda/lna)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments