Quartararo Gagal Raih Juara Dunia, Fans Jangan Kecewa

Sebab El Diablo sudah memberikan penampilan luar biasa, meski balapan di atas motor bapuk (jelek).

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Fabio Quartararo terancam gagal mempertahankan gelar juara dunia usai posisinya dikudeta Francesco Bagnaia. Meski nanti Quartararo gagal juara dunia, para penggemar seharusnya jangan marah atau kecewa.

Sebab El Diablo sudah memberikan penampilan luar biasa, meski balapan di atas motor bapuk (jelek).MotoGP 2022 tinggal menyisakan dua seri lagi, Sepang dan Valencia.

Dengan keunggulan 14 poin dari Quartararo, peluang Bagnaia untuk juara musim ini sangat terbuka lebar. Terlebih Quartararo sedang dalam performa anjlok dalam beberapa seri terakhir dan sulit mendapatkan poin.

BACA JUGA : F1 GP 2022 yang Diselenggarakan di Jepang Terpaksa Dihentikan karena Banyaknya Insiden

Pebalap penguji Yamaha, Cal Crutchlow, menilai Quartararo akan berjuang mati-matian agar tetap bisa bersaing di jalur juara.Tapi di sisi lain, pebalap asal Inggris itu juga tetap bangga andai Quartararo gagal mempertahankan gelar.

Quartararo tetap merupakan seorang pebalap hebat yang telah memberikan gelar kepada Yamaha di tahun 2021, meski dibekali motor yang tidak lebih bagus dari para kompetitornya.

"Dia tidak akan menyerah, itu pasti. Ini adalah momen yang sulit, tapi kami harus ingat bahwa dia membalap di atas segala kemungkinan," terang pebalap berusia 36 tahun itu seperti dikutip dari Motosan.

"Dia tidak bisa melakukan lebih dari yang dia sudah berikan (saat ini), sungguh luar biasa dia memimpin Kejuaraan Dunia dengan motor ini. Fabio tahu cara mengemudi di sini dan saya pikir dia akan melakukannya dengan baik," tambahnya.

BACA JUGA : Pol Espargaro Kena Sanksi di MotoGP Malaysia 2022, Turun 3 Grid Saat Race!

Quartararo sendiri sebenarnya tampil cukup bagus di awal musim 2022. Pebalap asal Prancis tersebut bahkan sempat unggul 91 poin dari Bagnaia saat seri Jerman.

Ketika itu Quartararo mengemas 172 poin, sementara Bagnaia hanya 81 poin.Namun perlahan Bagnaia mulai tampil konsisten dan rajin naik podium.

Sementara Quartararo terus mengalami penurunan performa, bahkan tak mendapat poin sama sekali, seperti pada MotoGP Belanda, MotoGP Aragon, MotoGP Thailand, dan MotoGP Australia.Merosotnya performa Quartararo tak lepas dari buruknya motor Yamaha YZR-M1.

Sejumlah pebalap Yamaha telah mengeluhkan motor ini, terutama mesin yang dinilai tidak memiliki tenaga yang cukup saat berakselerasi dan top speed. Selain itu YZR M1 juga memiliki grip belakang yang kurang.(rws)