Presidensi G20 Berlanjut ke India, Dubes: Tugas Indonesia Belum Selesai

Pertemuan Sherpa pertama diadakan di Kota Udaipur menjadi penentu arah diskusi bagi negara-negara G20 dalam menyikapi berbagai tantangan global saat ini.

Dec 8, 2022 - 16:33
Presidensi G20 Berlanjut ke India, Dubes: Tugas Indonesia Belum Selesai
G20 di India / istimewa

NUSADAILY.COM – JAKARTA - India secara resmi telah memulai rangkaian pertemuan Presidensi G20, melanjutkan Presidensi G20 Indonesia yang berakhir November lalu.

Pertemuan Sherpa pertama diadakan di Kota Udaipur menjadi penentu arah diskusi bagi negara-negara G20 dalam menyikapi berbagai tantangan global saat ini.

BACA JUGA : Jokowi Jadi Juru Damai Dunia Lewat Gelaran G20 Bali, Ini Kata Pengamat CSIS

Co-Sherpa G20 Indonesia yang juga Duta Besar Perwakilan Indonesia Dian Triansyah Djani mengatakan hampir semua prioritas Presidensi G20 India sejalan dengan Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat Pertemuan Sherpa G20 pertama di bawah Presidensi G20 India, India, 4-7 Desember 2022.

"Hampir seluruh prioritas Presidensi G20 India sejalan dengan prioritas kita sebelumnya. Beberapa yang mereka lengkapi antara lain pembahasan tentang Disaster Risk Reduction (DRR) dan diskusi engagement group baru yaitu Start-up 20", ujar Djani dalam keterangan tertulis, Kamis (8/12/2022).

Ia mengatakan meskipun saat ini Presidensi G20 berada di India, Indonesia tidak semerta-merta terbebas dari tugasnya. Indonesia masih memiliki fungsi dan tugas dalam forum tersebut.

Adapun nantinya Presidensi India bakal menyoroti berbagai isu yang menjadi perhatian dunia seperti pencapaian target SDGs, Climate Finance, Green Development, transfer teknologi, infrastruktur digital, pemajuan peran perempuan dalam pembangunan, dan multilateralisme.

BACA JUGA : Sandiaga Buka Suara soal Jamuan Makan Malam KTT G20: Memperlihatkan Bhineka Tunggal Ika

"Kepemimpinan G20 berlanjut ke India, namun bukan berarti tugas Indonesia sudah selesai," katanya.

Ia mengatakan hingga 2025 mendatang, Presidensi G20 bakal dipimpin oleh sejumlah negara bekembang seperti Indonesia (2022), India (2023), Brazil (2024), dan Afrika Selatan (2025). Kepemimpinan tersebut bisa menjadi arah baru untuk mencapai kesepakatan di forum G20 sehingga suara dari negara berkembang bisa lebih didengar.

"Ini merupakan momen langka, kesempatan yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin sejak dini untuk lebih menyuarakan kepentingan negara berkembang di forum bergengsi sebesar G20 ini," tuturnya.

Sementara itu, Sherpa G20 India Amitabh Kant memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo karena telah menavigasikan G20 di tahun 2022 di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu. Tak hanya itu, Indonesia juga dinilai telah menjaga keutuhan G20 dengan dicapainya Bali Leaders' Declaration secara konsensus, yang sempat diragukan oleh banyak pihak.

"Indonesia telah berikan contoh yang ideal tentang bagaimana seharusnya Presidensi bekerja dan mencapai target, meskipun di tengah masa yang penuh dengan ketidakpastian" tutup Amitabh.

Sebagai informasi tambahan, Sherpa Negara G20 merupakan pejabat yang mewakili para kepala negara untuk merundingkan berbagai kesepakatan dan prioritas G20. Adapun agendanya diperkirakan ada sekitar 200 pertemuan yang bakal dilakukan di India.(ros)