Ponsel Truss Diretas Selama Masa Jabatannya Sebagai Menteri Luar Negeri, Bocorkan Konten Rusia dan Ukraina

Ponsel mantan Perdana Menteri Inggris Elizabeth Truss diretas selama masa jabatan sebelumnya sebagai menteri luar negeri. Pada 30 Oktober, partai oposisi Inggris mendesak pemerintah untuk meluncurkan penyelidikan.

Ponsel Truss Diretas Selama Masa Jabatannya Sebagai Menteri Luar Negeri, Bocorkan Konten Rusia dan Ukraina
Truss (sumber: new.qq.com)

NUSADAILY.COM - LONDON - Ponsel mantan Perdana Menteri Inggris Elizabeth Truss diretas selama masa jabatan sebelumnya sebagai menteri luar negeri. Pada 30 Oktober, partai oposisi Inggris mendesak pemerintah untuk meluncurkan penyelidikan.

Melansir new.qq.com, menurut Mail on Sunday, informasi pribadi antara Truss dan pejabat asing bocor selama perlombaan kepemimpinan Konservatif setelah Johnson mengumumkan pengunduran dirinya atas konflik antara Rusia dan Ukraina. 

Sumber mengatakan mantan Perdana Menteri Boris Johnson dan sekretaris kabinet menyembunyikan rincian terkait masalah tersebut.

BACA JUGA : Ketika Ada yang Anggap Wajar Ramai TKA China di Industri...

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan pada 28 Oktober bahwa pemerintah memiliki sistem yang kuat untuk menjaga terhadap ancaman dunia maya dan membuat rekomendasi untuk melindungi data pribadi para menteri, berdasarkan surat kabar itu.

The Mail on Sunday juga melaporkan bahwa nomor ponsel Truss dan 25 menteri kabinet lainnya dijual di internet seharga £6,49. 

Pakar keamanan Inggris Antony Glees percaya bahwa insiden peretasan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah sangat lemah dalam menangani masalah keamanan nasional. Glees juga khawatir Truss bukan satu-satunya orang yang informasi ponselnya bocor.

BACA JUGA : Istri Selingkuh, Sergey Brin Batalkan Investasi di Perusahaan Elon Musk

Menurut laporan CNN pada 30 Oktober, partai oposisi Inggris meminta pemerintah konservatif untuk menyelidiki tuduhan pelaporan.

Pada 28 Oktober, Layla Moran, juru bicara urusan luar negeri membagikan sebuah serua pada Twitter miliknya yag menyerukan penyelidikan independen yang mendesak untuk mengungkapkan kebenaran.

Menurut laporan BBC pada 31 Oktober Yvette Cooper, sebagai Shadow Home Secretary mengatakan bahwa serangan semacam itu telah menyebabkan masalah keamanan nasional Inggris yang serius.(mdr2/lal)