Polres Malang Ungkap Kasus Penculikan dan Penyekapan, Korban Tewas Gantung Diri Karena Takut

Nov 19, 2023 - 03:11
Polres Malang Ungkap Kasus Penculikan dan Penyekapan, Korban Tewas Gantung Diri Karena Takut

NUSADAILY.COM -MALANG-Keberhasilan Satreskrim Polres Malang mengungkap kasus penculikan dan penyekapan yang disertai pengeroyokan dan pemerasan, patut mendapat acungan jempol. Pasalnya kasus ini terungkap setelah korban ditemukan tewas gantung diri. 

Polisi melihat kejanggalan pada kematian korban. Apalagi saat ditemukan bunuh diri, bukan di rumah korban. Tetapi di rumah orang yang tak dikenal dan berbeda kecamatan. 

Kejelian dan ketelitian polisi yang disertai kerja keras inilah, akhirnya Satreskrim Polres Malang menetapkan lima orang sebagai tersangka. Sabtu (18/11/23) kasus ini dirilis Wakapolres Malang Kompol Wisnu S Kuncoro didampingi Kasatreskrim AKP Gandha Syah. 

"Sementara baru lima orang yang kami tetapkan sebagai tersangka. Kasusnya terus kami dalami dan kembangkan. Kami juga sudah memeriksa 17 orang saksi dan saksi ahli pidana dari Universitas Brawijaya Malang," ungkap Kompol Wisnu S Kuncoro. 

Korban adalah Abdul Gofur (54), warga Jalan Adi Kurnia, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Dia diculik oleh lima tersangka pada Rabu (15/11/23) malam. Kamis (16/11/23) siang ditemukan tewas gantung diri di rumah salah satu tersangka di Jalan Imam Bonjol, Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. 

Sementara lima tersangka adalah, Kasihanto alias Antok (41), warga Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Perannya ikut merencanakan dan menjemput korban dari rumahnya. Dia juga memukul korban dan melakukan penjagaan. 

Kedua, Subagio (49) warga Desa Pandansari, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Perannya mengawal penculikan dan ikut melakukan pemukulan. 

Ketiga Rochmad alias Matador (50), warga Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Perannya ikut merencanakan penculikan, memukul serta menginterogasi korban.

Keempat, Mawan Zunaedi (43), warga Jalan Imam Bonjol, Desa Tanggung, Kecamatan Turen. Perannya ikut merencanakan, menjemput korban serta menyediakan rumah untuk penyekapan. 

Kelima Rosidi alias Rosdam (45), warga Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Perannya, ikut merencanakan, mengawal penculikan, melakukan pemukulan dan pemerasan pada korban. 

Diterangkan Wisnu, kasus ini bermula dari saksi Diana Nasution, mengadu pada salah satu tersangka yakni Kasihanto alias Antok yang menjadi kekasihnya, mengaku pernah diperkosa oleh korban. Padahal hubungan Diana dan dengan korban adalah menantu dan mertua. Namun Diana dengan anak korban saat ini diketahui sudah pisah ranjang. 

Dari situlah, tersangka Antok lantas mengajak keempat tersangka untuk merencanakan penculikan. Korban diculik oleh para tersangka pada Rabu (15/11/23) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Menggunakan motor Honda Scoopy N-3953-EEG dan mobil Daihatsu Sigra L-1319-GJ. 

"Kepada keluarga korban, tersangka ini mengatakan akan memberikan pekerjaan membongkar rumah. Kebetulan korban ini seorang tukang bangunan," jelas Wisnu. 

Setelah diculik, korban dibawa ke rumah tersangka Mawan. Di tempat ini korban diinterogasi dan dipukul. Korban serta keluarga juga diminta uang damai sebesar Rp 30 juta. 

Namun karena korban dan keluarganya tidak bisa menuruti permintaan para tersangka inilah, akhirnya korban ketakutan memilih nekat bunuh diri pada Kamis (16/11/23) di rumah tersangka Mawan. 

"Setelah ditemukan tewas gantung diri inilah, kami langsung melakukan penyelidikan. Ada kejanggalan dengan kematian korban. Karena bersamaan itu, keluarga korban juga melapor kehilangan keluarga. Dari sinilah akhirnya kami berhasil mengungkap kasus ini," paparnya. 

Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah menambahkan, masih terus mendalami kasusnya. Termasuk mendalami peran Diana Nasution yang saat ini masih dijadikan saksi. 

"Untuk dugaan perkosaan seperti yang dituduhkan pada korban, kami masih terus mendalaminya. Termasuk Diana ini apakah ikut terlibat juga masih dalami. Kami juga terus mengembangkan apakah ada korban lain yang pernah mengalami hal sama," terang AKP Gandha Syah. 

Untuk para tersangka sendiri, saat ini meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Mereka dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 328 KUHP, pasal 333 KUHP, pasal 170 KUHP dan pasal 368 KUHP.(ap/wan)