Tim Yuriz Tolak Hasil Rekapitulasi, KPU Banyuwangi: Rekapitulasi Tetap Sah

  • Whatsapp
Tim saksi Yusuf - Riza saat menyerahkan form keberatan atas hasil rekapitulasi suara oleh KPU Banyuwangi. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Tim saksi pasangan calon 02 Yusuf Widyatmoko – Muhammad Riza Aziziy menyatakan menolak hasil rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi. Sikap ini menyusul kekalahan Yuriz dari pasangan Ipuk Fiestiandani Azwar Anas – Sugirah dengan selisih perolehan suara 4,86 persen.

Menanggapi sikap Tim Yusuf – Riza ini, Komisioner KPU Banyuwangi Divisi Hukum Dian Mardiyanto menyampaikan, penolakan tersebut merupakan hak dari masing-masing paslon. Kendati demikian, hal tersebut tidak serta dapat merubah atau membatalkan hasil rekapitulasi penghitungan suara.

Baca Juga

BACA JUGA: Hasil Pilbup Banyuwangi: Ipuk – Sugirah Menang, Tim Yusuf – Riza Tolak Tanda Tangan

“Terkait sikap menolak bertandatangan ini, tidak kemudian menjadikan alasan bahwa hasil rekapitulasi ini tidak diakui. Sebagaimana diatur di PKPU, meskipun tim saksi tidak bersedia bertandatangan namun hasil rekapitulasi akan tetap dianggap sah,” tegas Komisioner KPU Banyuwangi Divisi Hukum, Dian Mardianto.

Menurut Dian, sikap penolakan tim saksi paslon 01 ini sudah terjadi sejak rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. Tercatat, dari 25 kecamatan di Banyuwangi, saksi Yusuf – Riza hanya sudi bertandatangan di 3 kecamatan saja. “Sudah sejak dari kecamatan. Tercatat hanya 3 kecamatan yang bersedia untuk ditandatangani saksi dari tim nomor urut 1,” ungkap Dian.

Terkait permohonan gugatan yang kemungkinan akan dilakukan tim paslon Yusuf-Riza, KPU Banyuwangi mengatakan bahwa hal tersebut dapat dilakukan oleh paslon apabila merasa dirugikan.

“Terkait permohonan di Mahkamah Konstitusi, itu paling lambat 3 hari sejak diumumkan. Akan tetapi ada persyaratan yang harus dipenuhi. Untuk Kabupaten Banyuwangi yang memiliki penduduk lebih 1 juta, bisa mengajukan sengketa bila ada selisih suara 0,5 persen,” kata Dian.

Peraturan tersebut diatur dalam Peraturan MK (PMK) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Beracara Dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Apabila permohonan tidak sesuai dengan ketentuan, maka kemungkinan MK tidak dapat menerima permohonan gugatan tersebut.

BACA JUGA: Pemuka Hindu Doakan Ipuk Fiestiandani Beri Kesejahteraan Masyarakat Banyuwangi

“Selisihnya harus tidak lebih dari 0,5 persen baru bisa diajukan. Jadi apabila setelah 5 hari Buku Registrasi Perkara Konstitusi diumumkan oleh MK dan kemudian di Banyuwangi tidak ada permohonan gugatan, maka hasil bisa ditetapkan secara resmi,” tutupnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU Banyuwangi, Ipuk – Sugirah berhasil mendulang suara sebesar 438.874 suara atau setara 52,43 persen. Sedangkan Yusuf – Riza hanya memperoleh suara sebesar 398.113 suara atau setara 47,57 persen. 

Ipuk – Sugirah berhasil mengangkangi Yusuf – Riza dengan selisih perolehan suara 40.734 suara atau setara 4,86 persen. Ipuk – Sugirah tercatat berhasil meraih kemenangan di 18 kecamatan dari 25 kecamatan di Banyuwangi. Sedangkan Yusuf – Riza hanya meraih kemenangan di 7 kecamatan saja. (ozi)