PPP Jember Tolak Rencana Dongkel Posisi Ketum Suharso Monoarfa

  • Whatsapp
PPP Jember
Ketua DPC PPP Jember, HM Madini Farouq saat memberikan keterangan ke media. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Gerakan Penyelamat Partai justru dituduh sebagai upaya menggembosi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Lantaran dilatarbelakangi motif rasa kecewa terhadap hasil Muktamar IX berupa terpilihnya Ketua Umum, Suharso Monoarfa.

Tuduhan miring terhadap Gerakan Penyelamat yang dimotori Rudiman itu diutarakan oleh Ketua DPC PPP Jember, HM Madini Farouq dalam pernyataan sikapnya secara terbuka ke media, Sabtu 20 Februari 2021.

Baca Juga

“Karena gerakan semacam itu sangat mengganggu proses konsolidasi seluruh komponen partai. Kami mendesak agar gerakan itu segera diakhiri,” terang politisi yang biasa disapa Gus Mamak ini.

BACA JUGA: Manuver Parpol Pasca Pilkada Jember: PDIP Menjauh, Golkar Datang Merapat

Menurut dia, PPP di berbagai daerah tengah berupaya keras terus berbenah pasca menghadapi perhelatan besar Pilkada serentak 2020. Termasuk di Jember, meski berhasil mengusung kandidat memenangi Pilkada bukan berarti berdiam diri.

Gus Mamak mengatakan, sangat dibutuhkan backup dari DPP melalui kebijakan Suharso Monoarfa selaku pucuk pimpinan PPP guna menguatkan soliditas partai dalam rangka membangun daerah. Oleh karenanya, kader PPP wajib mendukung Ketum terpilih untuk bekerja secara maksimal.

Adapun wacana Muktamar Luar Biasa (MLB) yang menjadi isu besar saat ini merupakan benalu dalam internal partai. Apalagi, pasca terpilihnya Suharso Manoarfa masih perlu waktu untuk proses menuju realisasi program kerjanya.

“Berikan Pak Ketum kesempatan untuk membuktikan komitmen membesarkan partai sebagaimana yang telah dijanjikan. Pak Ketum kan baru saja menyusun struktur organisasi DPP, kok sudah disikapi dengan berlebihan?,” kata Gus Mamak heran.

Dia menekankan, agar kader PPP berbaik sangka terhadap ketua umum dan jajaran yang dipercayanya dalam menggerakkan roda organisasi partai. Kekecewaan sejumlah pihak atas hasil Muktamar dinilainya bukan prinsip yang signifikan.

“PPP ini adalah warisan para ulama yang dikenal sangat hati-hati dalam melakukan langkah dan keputusan. Saya menghimbau kepada seluruh komponen PPP untuk berdemokrasi dengan akhlakul karimah,” pungkas pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin itu.

BACA JUGA: Jember Geger, Tersebar Video Bicara ‘Kue Politik’ Sekretaris Partai Koalisi Hendy-Gus Firjaun

Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini memang muncul aksi Gerakan Penyelamat PPP yang dimotori Rudiman untuk menolak susunan pengurus DPP yang dibuat Suharso Monoarfa. Alasannya, banyak kader tidak terakomodasi, karena diantara pengurus harian DPP malah nongol sejumlah figur yang dirasa tidak berkontribusi besar selama ini.

Rudiman menyebut salah satu pengurus yang dipermasalahkan seperti Yudhistira Raditya Soesatyo (anak politisi Golkar, Bambang Soesatyo). Selain itu ada beberapa pengurus yang statusnya suami istri. Dia kesal dengan Suharso Moarfa yang tidak memasukkan pengurus untuk tokoh sekaliber Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. (sut)