MK Register Gugatan Cabup-Cawabup Banyuwangi Yusuf-Riza

  • Whatsapp
gugatan banyuwangi
Dokumentasi Nusadaily.com : Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Kabupaten Pilbup Banyuwangi 2020. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Mahkamah Konstitusi (MK) meregrister gugatan sengketa pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2020 yang dilayangkan pasangan Yusuf Widyatmoko – Muhammad Riza Aziziy. 

“Benar. (Gugatan Yusuf-Riza) sudah diregister oleh MK,” kata Komisioner KPU Banyuwangi Dian Mardiyanto saat dihubungi Nusadaily.com, Senin 18 Januari 2021.

Baca Juga

BACA JUGA: Hasil Pilbup Banyuwangi: Ipuk – Sugirah Menang, Tim Yusuf – Riza Tolak Tanda Tangan

Gugatan itu diajukan Yusuf-Riza melalui kuasa hukumnya ke Mahkamah Konstitusi pada tanggal 21 Desember 2020 lalu. Dalam situs MK tertulis APPP : 90/PAN.MK/AP3/12/2020 dengan KPU Banyuwangi selaku termohon. 

Selanjutnya, pertanggal 18 Januari 2021, gugatan tersebut dicatat dalam Buku Register Perkara Konstitusi Elekteonik (e-BPRK) permohonan perselisihan hasil pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tahun 2020, dengan register perkara : Nomor 87/PHP.BUP-XIX/2021.

Rencananya, MK akan menggelar sidang pendahuluan dengan agenda mendengarkan permohonan dari pemohon. “Sidang pendahuluan antara tanggal 26-29 Januari 2021,” kata Dian.

KPU sebagai termohon, lanjut Dian, saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi gugatan. Pihaknya akan menggelar rapat internal terlebih dahulu dalam rangka mempersiapkan perlawanan. 

“Masih akan kita rapatkan nanti. Mungkin nanti sore atau malam nanti, karena kami baru pulang dari luar kota,” jelas Divisi Hukum KPU Banyuwangi ini.

Dikonfirmasi terpisah, Tim Pemenangan Yusuf-Riza, Rudi Santoso mengaku bersyukur atas diregisternya gugatan yang dilayangkan paslon nomor urut satu tersebut. 

“Alhamdulillah akhirnya diregistrasi. Ini yang kami tunggu. Rencananya sidang awal akan digelar antara 26 – 29 Januari 2021,” ungkap pria yang akrab disapa Rudi Begal ini. 

Pasangan Yusuf – Reza menunjuk Zubairi, Moch. Zaeni dan Reza Auliansyah sebagai kuasa hukum. Selain tim lokal, Yusuf – Riza juga menggandeng pengacara dari Jakarta. 

“Untuk pengacara dari ibukota tidak kita buka dulu. Namun yang jelas dia pernah di KPK,” imbuhnya. (ozi/lna)