Mahasiswa dan Ormas Desak Bawaslu Banyuwangi Tindak Tegas Kampanye Hitam

  • Whatsapp
bawaslu banyuwangi kampanye
Perwakilan Mahasiswa dan Ormas Desak Bawaslu Banyuwangi Tindak Tegas Kampanye Hitam. (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Puluhan massa yang terdiri dari organisasi mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) melakukan audiensi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi, Senin 23 November 2020. 

Mereka mendesak lembaga penegak keadilan pemilu ini agar menindak tegas segala temuan maupun laporan terkait paraktik kampanye hitam atau black campaign dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi Tahun 2020.

Baca Juga

Naufal Witartono, perwakilan aktivis mahasiswa mengatakan, Pilkada Banyuwangi haruslah menjadi ajang adu gagasan, visi-misi, dan program dari kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi. 

BACA JUGA: Bawaslu Banyuwangi Terjunkan Tim Investigasi Terkait Dugaan Intimidasi Terhadap Panwascam

Menurut mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi tersebut, gerakan spontanitas ini adalah klimaks kekecewaan terhadap kondisi politik Pilkada Banyuwangi, yang telah diwarnai kampanye hitam yang menyudutkan salah satu pasangan calon.

“Pilkada harus menjadi momentum yang berbahagia. Jangan gunakan cara-cara buruk dengan menyebarkan kampanye hitam,”  kata Presiden Mahasiswa Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Unair Banyuwangi itu.

Ketua MPC Pemuda Pancasila, Zamroni menambahkan, praktik kampanye hitam dapat merusak marwah demokrasi dan merugikan masyarakat.  

“Kami mendesak Bawaslu Banyuwangi, tetap bekerja profesional, tetap netral dan berani menindak tegas segala bentuk praktik kampanye hitam,” katanya.

Ketua LSM Solidaritas Masyarakat Transparansi (Somasi), Suparmin, menilai praktik kampanye hitam di Pilkada Banyuwangi sudah sangat mengkhawatirkan. 

Menurutnya, jika dibiarkan terus berlanjut bisa berpotensi menimbulkan perpecahan hingga konflik di masyarakat.

“Kampanye hitam bisa mengganggu kondusivitas masyarakat serta stabilitas keamanan, maka harus kita lawan,” tegas Ketua LSM yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) LSM Macan Putih ini.

Atas dasar itu, tokoh pergerakan yang akrab disapa Mbah Parmin itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap bersama. Saling bergandengan tangan, melawan dan menetralisir segala bentuk kampanye hitam.

BACA JUGA: Beterbaran Spanduk Provokatif, Bawaslu Banyuwangi: Kita Kaji Dulu

“Demi menjaga kemurnian pesta demokrasi, kami meminta Bawaslu Banyuwangi, untuk menindak tegas segala bentuk praktik kampanye hitam,” katanya.

Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hamim, menyambut baik kedatangan puluhan berbagai elemen tersebut. Menurutnya, gerakan ini adalah indikasi positif dalam peran serta masyarakat.

“Ini adalah bentuk pengawasan partisipatif dalam pelaksanaan Pilkada Banyuwangi,” katanya.

Selama ini, Bawaslu Banyuwangi, telah menerima laporan tentang adanya spanduk provokatif. Yang berisi tulisan menyudutkan salah satu pasangan Cabup Cawabup Banyuwangi.

Selama di Kantor Bawaslu Banyuwangi, puluhan massa Pemuda Pancasila, LSM dan aktivis mahasiswa juga melakukan ikrar perang terhadap money politik, kampanye hitam, berita hoaks dan lainnya. (ozi/lna)