Hasil Pilbup Banyuwangi: Ipuk – Sugirah Menang, Tim Yusuf – Riza Tolak Tanda Tangan

  • Whatsapp
ipuk banyuwangi
Tim saksi Ipuk - Sugirah menyatakan menerima hasil rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten oleh KPU Banyuwangi. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Pasangan calon Ipuk Fiestiandani Azwar Anas – Sugirah dipastikan menjadi pemenang dalam kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Banyuwangi Tahun 2020. Paslon nomor urut 02 ini unggul jauh atas lawan politiknya paslon nomor urut 01, Yusuf Widyatmoko – Muhammad Riza Aziziy.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh Komisi Pemolihan Umum (KPU) Banyuwangi, Ipuk – Sugirah berhasil mendulang suara sebesar 438.874 suara atau setara 52,43 persen. Sedangkan rivalnya, Yusuf – Riza hanya memperoleh suara sebesar 398.113 suara atau setara 47,57 persen. 

Baca Juga

BACA JUGA: Menang Quick Count LSI dan Real Count PDI-P Banyuwangi, Ipuk-Sugirah Sowan Para Kiai

Ipuk – Sugirah berhasil mengangkangi Yusuf – Riza dengan selisih perolehan suara 40.734 suara atau setara 4,86 persen. Kemenangan ini juga berbanding lurus dengan sebaran suara. Ipuk – Sugirah tercatat berhasil meraih kemenangan di 18 kecamatan dari 25 kecamatan di Banyuwangi. Sedangkan Yusuf – Riza hanya meraih kemenangan di 7 kecamatan saja. 

“Hasil pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara di KPU Banyuwangi yang sudah difinalisasi, paslon nomor urut 1 memperoleh suara 398.113 suara atau setara 47,57 persen. Paslon nomor urut 2 memperoleh suara 438.847 suara atau setara 52,43 persen,” kata Ketua KPU Banyuwangi, Dwi Anggraeni, saat konfrensi pers Kamis dini hari, 17 Desember 2020.

Atas perolehan suara tersebut, tim saksi Ipuk – Sugirah menyatakan menerima dan menandatangani berita acara (BA) hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten. Sebaliknya, tim saksi Yusuf – Riza menolak hasil tersebut dan tidak bersedia membubuhkan tanda tangannya.

Tim saksi Yusuf – Riza saat menyerahkan form keberatan atas hasil rekapitulasi suara oleh KPU Banyuwangi. (istimewa)

“Ini sudah menjadi kebijakan atau keputusan politik dari paslon kami dan hasil konsultasi divisi saksi serta hukum untuk menolak dan keberatan dengan hasil rekapitulasi dan proses pemilihan secara keseluruhan,” kata Hariyanto, koordinator saksi paslon Yusuf-Riza usai mengikuti rekapitulasi.

Menurut Hariyanto, sejak awal tim Yusuf-Riza telah menemukan banyak catatan selama tahapan Pilkada berlangsung. Mulai dari tahapan kampanye hingga hari pencoblosan pada 9 Desember lalu.

BACA JUGA: Ipuk-Sugirah: Tidak Ada Lagi Kubu 01 dan 02, yang Ada Kubu Banyuwangi – Imperiumdaily.com

“Mulai dari masa kampanye, masa tenang, hari pencoblosan, bahkan saat proses rekapitulasi ini, kami temukan banyak catatan yang sudah kami tuangkan di form D-keberatan. Terkait dugaan pelanggaran dan wewenang dan juga fasilitas pemerintah dan juga pengkondisian ASN serta anggaran sedang ditangani oleh Divisi Hukum,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya berencana menempuh langkah hukum. “Kedepannya akan ada upaya hukum yang ditempuh oleh divisi hukum. Tentunya akan berkoordinasi dengan tim pemenangan dan partai-partai pengusung,” tandas Hariyanto. (ozi/lna)