Calon Penantang Pilkada Jember Kritik Petahana Tidak Percaya Anak Buah

  • Whatsapp
Debat kandidat Pilkada Jember tahun 2020 yang diikuti oleh tiga pasangan calon. (nusadaily.com/sutrisno)
banner 468x60

JEMBER – Pasangan calon penantang Abdus Salam – Ifan Ariadna Wijaya mengajukan pertanyaan kritis terhadap petahana Faida – Dwi Arya Nugraha Oktavianto saat debat kandidat, Minggu 22 November 2020.

Baca Juga

Hal yang dikemukakan mengenai perijinan yang cenderung dimonopoli oleh Faida selama menjabat Bupati Jember. Pemkab Jember sebatas memiliki organ Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), namun kenyataannya tidak difungsikan dengan memberikan delegasi kewenangan.

“Apalagi masalah perijinan Cak Salam tadi, bahwa disini masih ada fenomena ketidakpercayaan dari seorang pemimpin kepada anak buahnya,” sahut Ifan melanjutkan pertanyaan koleganya yang menyebut lambannya proses perijinan di Jember.

Faida berkelit dirinya menghandle langsung perijinan merupakan langkah yang dipilih. “Ada kalanya pemimpin melakukan monitor dengan caranya. Delegasi boleh diserahkan dan sesekali boleh ditarik kembali tidak ada yang dilanggar. Kedepan dipakai online,” dalihnya.

Berdasarkan penilaian Ombudsman tahun 2019 silam, Jember berada di peringkat 131 dari 199 kabupaten se-Indonesia. Berbagai indicator menyangkut seretnya pelayanan menjadi penyebabnya.

Sebanyak tujuh OPD yaitu Dispendukcapil, Disnakertrans, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PTSP, Dinas Sosial, dan Dinas Perhubungan rata-rata mendapatkan skor 57,42 yang berarti zona kuning.

Ombudsman memperoleh empat jenis pengaduan layanan buruk di Jember. Saat ditelusuri oleh Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman Jawa Timur, Achmad Khoiruddin pada September 2020 lalu, ditemukan akar masalahnya adalah tiada pendelegasian wewenang perijinan dari Bupati ke Kepala Dinas PTSP Jember. (sut/aka)