Polisi Ungkap Banyak Anak-anak Alami Trauma Akibat Gempa Cianjur

"Tim Trauma Healing Polwan Polda Metro Jaya mengajak kurang lebih 80 anak bermain, bernyanyi dan melakukan aktivitas mewarnai untuk menghilangkan trauma," ujarnya.

Polisi Ungkap Banyak Anak-anak Alami Trauma Akibat Gempa Cianjur
Kepolisian mengungkap masih banyak anak-anak yang mengalami trauma akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Ilustrasi.

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Kepolisian mengungkap masih banyak anak-anak yang mengalami trauma akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Kelompok Kerja Bakti Polda Metro Jaya Cianjur, AKBP Iver Mannosoh mengatakan trauma muncul lantaran masih sering terjadi gempa susulan.

"Beberapa anak masih merasa takut karena teringat akan peristiwa tersebut, apalagi beberapa kali masih terjadi gempa susulan walaupun kecil," kata Iver dalam keterangannya, Kamis (1/12).

BACA JUGA : Jokowi Bakal Serahkan Bantuan Gelombang Pertama untuk Korban...

Untuk membantu mengatasi trauma anak-anak itu, kata Iver, pihaknya telah menerjunkan 60 personel guna memberikan trauma healing.

"Tim Trauma Healing Polwan Polda Metro Jaya mengajak kurang lebih 80 anak bermain, bernyanyi dan melakukan aktivitas mewarnai untuk menghilangkan trauma," ujarnya.

Selain anak-anak, pihaknya juga membantu penanganan para korban lainnya dengan memberikan konseling.

Kaposko Relawan Bakti Polda Metro Jaya Cianjur, Supriyanto menyebut konseling juga diterapkan kepada para relawan. Tujuannya, agar mereka tetap bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk para korban.

BACA JUGA : 12 Korban Gempa Cianjur Masih Hilang, SAR Bakal Perpanjang...

"Beberapa petugas di lapangan seperti babhin juga membutuhkan konseling, karena meskipun mereka terdampak bencana, mereka tetap harus berdinas. Mereka masih tidak tenang ketika harus meninggalkan keluarganya dalam situasi yang terus terjadi gempa," katanya.

Sementara itu, Ketua Relawan SiapBergerak, Zaky Ramadhan menuturkan tim gabungan terus melakukan penelusuran ke titik-titik yang sulit terjangkau. Di antaranya Desa Gasol, Kecamatan Cugenang.

Zaky mengungkapkan saat ini para pengungsi di lokasi tersebut sudah mulai diserang berbagai penyakit, mulai dari sesak nafas, deman hingga flu.

"Setelah melakukan pengecekan Brimob dan Relawan membantu warga dengan penangangan di tempat, tetapi juga membawa sebagian korban dengan gangguan berat, untuk segera dirawat di RS Bhayangkara, demi perawatan lanjutan," ujarnya.(lal)