Polisi Memeriksa Panitia Berdendang Bergoyang, Kini Dalami Penjualan Tiket

Polres Metro Jakarta Pusat tengah memeriksa pihak panitia festival musik Berdendang Bergoyang yang digelar di area Gelora Bung Karno, Senayan.

Polisi Memeriksa Panitia Berdendang Bergoyang, Kini Dalami Penjualan Tiket
Foto ilustrasi.

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat tengah memeriksa pihak panitia festival musik Berdendang Bergoyang yang digelar di area Gelora Bung Karno, Senayan.

Sebelumnya, aparat juga telah mencabut izin gelaran musik yang rencananya digelar selama tiga hari itu.

"Saat ini untuk EO [event organizer atau panitia penyelenggara] masih kami lakukan pemeriksaan di Polres," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin dilansir dari CNNIndonesia.com, Minggu (30/10).

BACA JUGA : Polisi Ungkap Panitia Berdendang Bergoyang Cetak Tiket Melebihi Kapasitas

Ia mengatakan pemeriksaan itu untuk mendalami soal jumlah tiket yang dijual tidak sesuai dengan izin yang diajukan. 

Berdasarkan permohonan ke kepolisian, ia menyebut pihak panitia menargetkan ada 3-5 ribu orang yang hadir dalam festival itu.

Namun, polisi menemukan bahwa festival tersebut dihadir lebih 20 ribu penonton pada hari pertama dan kedua.

"Sekiranya nanti ada pidana tentu akan kita proses, yang ingin kami dalami adalah kenapa mereka mengajukan permohonan izin keramaian angkanya 3-5 ribu, tapi kenapa mereka jual tiket sampai sebanyak itu," katanya

BACA JUGA : Izin Dicabut, Berdendang Bergoyang Festival Hari Ke-3 Dibubarkan

Festival musik Bergoyang yang rencananya digelar selama tiga hari di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakara Pusat. Namun, gelaran itu dibatalkan setelah kejadian keramaian melebihi batas yang terjadi pada Sabtu (29/10).

Panitia festival musik itu membatalkan acara hari ketiga dengan dalih demi keselamatan dan keamanan para penonton.

Tim panitia menyampaikan pengumuman itu melalui akun instagram resmi Berdendang Bergoyang.

"Dengan sangat sedih, kami mengumumkan bahwa Berdendang Bergoyang Festival hari ke-3 Tanggal 30 Oktober 2022 harus ditiadakan," bunyi pengumuman yang dibagikan di akun instagram itu, Minggu.(lal)