Polisi Duga Jasad Keluarga Kalideres Alami Mumifikasi

Mumifikasi adalah perubahan yang terjadi pada mayat karena penguapan cairan jaringan, sehingga proses pembusukan oleh bakteri yang terdapat dalam saluran pernapasan dan pencernaan terlambat. Ini menyebabkan tubuh menjadi kering dan susut, kulit berwarna kehitam-hitaman, keras, dan kaku.

Polisi Duga Jasad Keluarga Kalideres Alami Mumifikasi
Ilustrasi. Jasad keluarga di rumah Kalideres, Jakbar, disebut sudah mengalami mumifikasi. Dokter forensik masih menelitinya.

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Polisi mengungkapkan jasad keluarga yang ditemukan tewas di sebuah rumah di Kalideres, Jakarta Barat, sudah mengalami mumifikasi.

Namun, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi tak menyebutkan detail berapa jasad dari empat anggota keluarga itu yang mengalami mumifikasi.

"Ini sedang kami teliti oleh forensik yang sudah meninggal dan terjadi mumifikasi," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Senin (21/11).

BACA JUGA : Bukan Soal Kelaparan, Penyebab Kematian Keluarga di Kalideres...

Mumifikasi adalah perubahan yang terjadi pada mayat karena penguapan cairan jaringan, sehingga proses pembusukan oleh bakteri yang terdapat dalam saluran pernapasan dan pencernaan terlambat. Ini menyebabkan tubuh menjadi kering dan susut, kulit berwarna kehitam-hitaman, keras, dan kaku.

Hengki menyebut kondisi jasad yang sudah mengalami mumifikasi ini menjadi salah satu kendala untuk mengungkap penyebab kematian korban.

"Ini sedang diteliti oleh kedokteran forensik, biarpun ada kerumitan yang cukup tinggi karena sudah terjadi mumifikasi, nanti yang jawab ahlinya," tuturnya.

Sebagai informasi, empat orang yang merupakan satu keluarga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah rumah di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11).

BACA JUGA : Sore Ini Polda Metro Sampaikan Update Kasus Sekeluarga...

Namun, polisi belum mengungkap penyebab kematian korban. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyatakan bahwa penyebab meninggalnya keempat orang itu bukan karena kelaparan.

Hasil penyelidikan teranyar, polisi menyebut satu orang korban atas nama Reni Margaretha telah meninggal dunia sejak bulan Mei. Hal ini diketahui berdasarkan keterangan dari saksi yang sempat datang ke rumah korban pada bulan itu.

Polisi juga menemukan dua handphone milik keluarga korban. Dari dua handphone itu ditemukan komunikasi satu arah yang berisi pesan emosi bersifat negatif.(lal)