Polda Jatim Bungkam soal Rekaman CCTV di Kanjuruhan Hilang

Polda Jawa Timur bungkam soal temuan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang menyebut rekaman CCTV lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan Malang dihapus selama 3 jam 21 menit.

Polda Jatim Bungkam soal Rekaman CCTV di Kanjuruhan Hilang
Suasana Stadion Kanjuruhan, Malang, usai malam mencekam yang menewaskan 132 orang pada Sabtu (01/10).

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Polda Jawa Timur bungkam soal temuan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang menyebut rekaman CCTV lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan Malang dihapus selama 3 jam 21 menit.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Dirmanto enggan menjawab. Dia mengatakan hal itu akan disampaikan nanti.

"Ya, nanti itu disampaikan, sementara ini [pemeriksaan saksi] yang kami sampaikan. Matur nuwun," kata Dirmanto, Selasa (18/10).

BACA JUGA : Komnas HAM Minta Keterangan Suporter Timnas Indonesia soal Tragedi Kanjuruhan

Sebelumnya, TGIPF Tragedi Kanjuruhan menemukan bahwa rekaman CCTV yang berada di lobi utama dan area parkir Stadion Kanjuruhan Malang dihapus selama 3 jam 21 menit.

Rekaman CCTV tersebut dianggap krusial karena berdampak pada kinerja TGIPF yang kesulitan merangkai peristiwa utuh kejadian di lokasi terkait.

Rekaman CCTV di lobi itu sempat merekam rangkaian kendaraan Baracuda milik polisi yang melakukan evakuasi Tim Persebaya dari Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam tersebut.

BACA JUGA : Dua Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Sepakat untuk Lakukan Autopsi

"Pergerakan awal rangkaian Baracuda yang akan melakukan evakuasi Tim Persebaya, dapat terekam melalui CCTV yang berada di lobi utama dan area parkir. Tetapi rekaman CCTV tersebut mulai dari pukul 22.21.30 dapat terekam dengan durasi selama 1 jam 21 menit, dan selanjutnya rekaman hilang (dihapus) selama 3 jam, 21 menit, 54 detik, kemudian muncul kembali rekaman selama 15 menit," bunyi penggalan dokumen temuan TGIPF dikutip, Senin (17/10).

TGIPF menilai hilangnya rekaman CCTV dalam rentang waktu tersebut telah menghambat tugas investigasi yang dilakukan pihaknya. Mereka pun tengah berupaya meminta rekaman lengkap CCTV itu ke pihak kepolisian.

"Hilangnya durasi rekaman CCTV menyulitkan atau menghambat tugas tim TGIPF untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi dan sedang diupayakan untuk meminta rekaman lengkap ke Mabes Polri," tulis dokumen TGIPF.(lal)