Balada Pasar Sentral

  • Whatsapp
Ilustrasi
banner 468x60

Oleh: Hilmy Q Widaad

Di pelosok sebuah kampung, selasar sepi.

Sorot mata menatar tepat sasar jajanan masa silam.

Selangka manikam merah delima:

terlampau bening, menyilaukan.

/

Sebongkah manis legit gulali

dalam tudung pangkuan seorang ibu

beraut surut,

bermata teduh,

membekas senyum tak berkeluh …

Jemari mengais—siapakah yang lebih manis?

//

Panas terik siang memancar—siapakah yang lebih dulu pudar?

(Babat, 2020)

Penulis adalah mahasiswa jurusan Sastra Inggris UIN Malang