Personel Gabungan 17 Unsur di Situbondo Disiagakan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Situbondo, Zainul Arifin menyampaikan, 17 unsur pasukan yang dikerahkan adalah Kodim 0823 satu SKK, Polres Situbondo satu SKK, TNI-AL Puslatpur 5 Baluran satu pleton, BPBD satu pleton.

NUSADAILY.COM - SITUBONDO –  Sebanyak 17 unsur personel gabungan Situbondo disiagakan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi terjadi beberapa bulan ke depan. Apel kesiapsiagaan pun digelar, Jumat, 21 Oktober 2022 sore. Tujuannya untuk memastikan persiapan pasukan dan peralatan pendukung lainnya.

 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Situbondo, Zainul Arifin menyampaikan, 17  unsur  pasukan yang dikerahkan adalah Kodim 0823 satu SKK, Polres Situbondo satu SKK, TNI-AL Puslatpur 5 Baluran satu pleton, BPBD satu pleton.

 

"Selanjutnya Dinkes satu regu, Dinas PUPP satu regu, Dishub satu pleton, Dinsos satu pleton, Satpol PP dan Damkar masing-masing satu pleton, SAR Jember satu regu, PMI Situbondo satu regu, Perhutani satu pleton, RAPI satu regu, ORARI satu regu; LPBI NU satu regu, Denpom satu regu serta Kwarcab Pramuka satu regu," ucapnya, Sabtu, 22 Oktober 2022.

 

Zainul mengatakan, dengan adanya pasukan gabungan tersebut diharapkan dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa. "Semoga potensi bencana hidrometeorologi di Situbondo tidak terlalu parah," tegasnya.

 

Lebih lanjut, Zainul menyampaikan, pasukan gabungan tersebut dibekali dengan armada pendukung. "Seperti unit mobilisasi, ambulans, RTU, Damkar, perahu karet dan lain sebagainya," bebernya.

 

Menurutnya bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di Situbondo diantaranya banjir bandang, tanah longsor, banjir rob dan angin puting beliung. "Kita sudah punya data pemetaan daerah rawan bencana. Nah kalau di Kedunglo, Kecamatan Asembagus, itu rawan gempa bumi. Karena di sana itu ada patahan lempeng. Terakhir kali gempa bumi pada tahun 2014 atau 2015," imbuhnya.

 

Zainul mengungkapkan, jajaran terkait akan melakukan rapat koordinasi khusus untuk membahas perencanaan kesiapsiagaan mengahadapi potensi bencana hidrometeorologi. "Insya Allah hari Rabu depan (26 Oktober 2022 -red). Termasuk anggaran yang diperlukan kita bahas di sana," tutupnya.

 

Sementara itu, Kapolres Situbondo, AKBP Andi Sinjaya, meminta semua stakeholder bersinergi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang tidak bisa diprediksi oleh sistem yang ada.

 

"Semua pihak harus bahu-membahu untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan dalam memitigasi ancaman bencana dengan pengelolaan penanganan bencana alam secara lebih baik. Selain itu, kesiapan personel dan peralatan dilakukan pengecekan secafa intens dan berkala agar semua siap pada saat dibutuhkan," pungkas Mantan Kapolres Enrekang, Sulawesi Selatan ini. (fat/wan)