Peringati Harlah Perdana PPI, Ketua Umum Gelorakkan Semangat Berbakti

Gelaran harlah ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan para petinggi PPI dan disaksikan oleh hadirin di Gedung Dwi Warna Lemhannas, Jakarta, Jumat 17 Maret 2023.

Mar 18, 2023 - 06:23
Peringati Harlah Perdana PPI, Ketua Umum Gelorakkan Semangat Berbakti
Bamsoet saat menerima tumpeng dari Ketua Umum PPI.

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) menggelar syukuran dalam rangka memperingati hari ulang tahun (harlah) yang pertama. Harlah dihadiri sejumlah tokoh, pejabat negara dan pengurus PPI diantaranya Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua Dewan Pembina PPI Feisal Tamin, Ketua Umum PPI Ermaya Suradinata, serta Sekretaris Jenderal PPI Masni Rani Mochtar serta pengurus DPW PPI dari berbagai provinsi di Indonesia.

Gelaran harlah ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan para petinggi PPI dan disaksikan oleh hadirin di Gedung Dwi Warna Lemhannas, Jakarta, Jumat 17 Maret 2023.

Ketua Umum DPN PPI Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH., mengajak semua  pensiuanan Indonesia untuk terus berbakti kepada bangsa dan negara. Karena pendirian PPI mengakomodasikan berbakti terhadap bangsa dan negara. Tidak ada kata selesai untuk berbakti,” ujarnya dalam sambutannya.

Prof. Ermaya Suradinata yang pernah menjabat Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lehannas), mengaskan bahwa PPI kehendak Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2021 Tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan, yang ditujukan untuk mewujudkan lanjut usia (termasuk pensiunan) Indonesia yang mandiri, sejahtera dan bermanfaat.

“Persatuan Pensiunan Indonesia, mempunyai konstituen yang besar, yang mewadahi sekitar  4 juta pensiunan, baik yang ASN/PNS, Pensiunan BUMN/BUMD, Pensiunan pejabat negara dan DPRD, dan perangkat desa. Sehingga, perlu dipersiapkan program kerja yang baik untuk menjangkau (outreach) konstituen yang demikian besar, dan terbagai diberbagai segmen,” jelas Prof Ermaya.

Ditambahkan oleh mantan Dirjen Sospol Depdagri RI ini bahwa jumlah pensiunan di Indonesia bukanlah angka yang sedikit. Merujuk data Badan Kepegawaian Negara (BKN), selama periode 2021-2024 saja, ada sekitar 706.438 aparatur sipil negara yang pensiun.

“Angka ini di luar jumlah pensiunan yang telah purna bakti sebelum tahun 2021. Bahkan PPI memperkirakan, jumlah pensiunan di Indonesia beserta keluarganya bisa mencapai 40 juta orang,” jelas Prof. Ermaya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi keberadaan PPI. Mantan Ketua DPR RI ke-20 ini juga mendorong pemerintah merevisi UU No.11/1969 tentang Pensiun.

"Penyegaran UU tentang Pensiun sangat penting, dengan memperhatikan berbagai aspek, baik anggaran, isu demografi, serta dinamika sosial-ekonomi dan politik,” jelas mantan Ketua Komisi III DPR RI ini, seraya menekankan bahwa besaran nilai manfaat dan ketentuan pensiunan sebagaimana diatur UU No.11/1969, sudah tidak relevan dan kongruen dengan kondisi saat ini.

“Tidak heran jika dampak maupun benefitnya belum dirasakan secara optimal oleh para pensiunan," imbuh Bamsoet sapaan akrabnya

Sebagai informasi, Persatuan Pensiunan Indonesia di deklarasikan pada tanggal 17 Maret 2022 di Hotel Bidakara Jakarta. Sehingga pada hari Jumat ini, dirayakan 1 tahun berdirinya Persatuan Pensiunan Indonesia. Berdirinya Persatuan Pensiunan Indonesia ini, lahir dari adanya kerinduan wadah pensiunan yang bisa menampung, membawa dan menggerakkan aspirasi dan kebutuhan para pensiunan yang semakin banyak.

Saat ini PPI memiliki 25 DPW Provinsi dan lebih dari 10 DPD Kabupaten/Kota. Untuk menjangkau (outreach) anggota pensiunan yang demikian banyak, DPN, DPW dan DPD perlu menjaring issue-issue dan masukan untuk menyusun program terinci. (hud)