Peringati Hari Santri, Pemkot Pasuruan Gelar Lomba Samroh

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan menyelenggarakan lomba samroh dalam rangka memperingati Hari Santri. Kegiatan tersebut dibuka Sahari Putro, Asisten I Kota Pasuruan yang bertempat di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (20/10).

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan menyelenggarakan lomba samroh dalam rangka memperingati Hari Santri. Kegiatan tersebut dibuka Sahari Putro, Asisten I Kota Pasuruan yang bertempat di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (20/10).

 

Dalam sambutannya, Sahari mengatakan bahwa Hari Santri ini menjadi spirit bagi santri Indonesia khusunya santri Kota Pasuruan yang mampu memberikan warna.

 

“Hari Santri Nasional menjadi spirit bahwa santri Indonesia mampu memberikan warna bagi kemajuan bangsa. Lomba samroh ini menjadi ajang untuk bisa saling bersilaturahmi antar kelompok dan meningkatkan kreativitas,” ujar Sahari.

 

Menurutnya, Kota Pasuruan yang mendapat julukan “Kota Santri” memiliki makna tersendiri dalam merayakan Hari Santri, banyak kegiatan diadakan salah satunya yaitu lomba samroh.

Sahari juga menyampaikan kesenian samroh adalah salah satu jenis musik tradisional dan menjadi objek kemajuan kebudayaan. Di dalam kesenian samroh banyak tersirat nilai yang terkait dengan aspek pendidikan.

 

“Samroh masuk kedalam salah satu objek kemajuan kebudayaan di Kota Pasuruan, yaitu sebagai seni musik tradisional,” jelas Sahari.

 

Sahari berharap,  kesenian samroh ini dapat menambah khazanah berkesenian, mampu memperkokoh identitas kemanusiaan serta memperkuat jati diri sebuah bangsa khususnya Kota Pasuruan.

 

“Kesenian samroh yang berada di Kota Pasuruan diharapkan dapat menambah khazanah dalam aspek kesenian, memperkokoh identitas kemanusiaan serta menguatkan jati diri bangsa,” ucapnya.

 

Lebih lanjut, sahari juga menyampaikan tujuan lomba samroh yakni pemerintah dapat melestarikan seni tradisional sebagai warisan budaya. Nantinya budaya kesenian ini dapat dikenal oleh generasi penerus, serta untuk menghindari punahnya kesenian tersebut.

 

“Tujuannya kita bisa melestarikan seni tradisional sebagai warisan agar nantinya dapat dikenal oleh generasi penerus,” imbuhnya.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Lucky Danardono menyampaikan tujuan diselenggarakan lomba samroh ini yaitu agar keutuhan seni budaya islam senantiasa terjaga. Dengan harapan mampu menumbuhkan nilai ketaatan kepada generasi islam agar kemajuan zaman tidak mempengaruhi generasi muda dalam mengambil keputusan.

 

“Lomba Samroh ini untuk menjaga keutuhan seni budaya islam agar budaya ini tidak punah dan tetap terjaga, serta mampu menumbuhkan nilai ketaatan dan menundukkan generasi islam kepada Nabi Muhammad SAW,” kata Lucky. (oni)