Perahu Bocor dan Karam, Dua Pemancing Tewas Tenggelam, Dua Lainnya Selamat

May 20, 2024 - 17:48
Perahu Bocor dan Karam, Dua Pemancing Tewas Tenggelam, Dua Lainnya Selamat

NUSADAILY.COM – MALANG - Nasib nahas dialami pemancing di Malang Selatan, Senin (20/5/24) pagi. Gara-gara perahu yang dinaiki bocor dan karam, tiga pemancing serta satu orang pemilik perahu tenggelam. Dua orang berhasil diselamatkan warga. Sementara dua lainnya meregang nyawa, setelah tenggelam selama 30 menit.

 

Korban meninggal dunia adalah, Bambang Sutikno (45), warga Sumberarum, Desa/Kecamatan Wates, Kabupaten Malang. Dia ini satu dari tiga orang pemancing.

 

"Sedangkan satu lagi adalah Arief Purwanto (40), warga Sumber Kombang, Desa/Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Dia ini pemilik perahu," ucap Camat Kalipare, Soleh Hidayat S.TP. M.M.

 

Sementara dua korban selamat adalah, Saiful Arifin (25) dan Ahmad Afandi (26). Keduanya warga Kabupaten Blitar, yang juga pemancing.

 

Peristiwa ini terjadi di aliran Sungai Brantas. Tepatnya di Dusun Cungkal, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

 

Ceritanya, ketiga pemancing yakni Saiful Arifin, Ahmad Afandi dan Bambang Sutikno, berniat memancing di seberang sungai. Mereka menyewa dan naik perahu milik Arif Purwanto.

 

Berdasarkan keterangan korban selamat, saat perahu sudah berjalan sekitar 100 meter, tiba-tiba perahu mengalami kebocoran. Akibatnya pucuk perahu mulai tenggelam dan pemilik berinisiatif memutar balik menuju tepi.

 

Tetapi saat hendak putar balik, perahu justru terguling. Semua penumpang termasuk pemilik perahu tercebur dan tenggelam.

 

Ketika keempat korban tercebur, ada warga yang tahu setelah mendengar teriakan minta tolong salah satu korban. Selanjutnya warga bergegas menolong dan berhasil menyelamatkan dua korban. Sedangkan dua korban lain tenggelam.

 

Upaya pencarian kemudian dilakukan warga dibantu pihak aparat dan perangkat desa. Hasilnya sekitar 30 menit tubuh kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

 

"Setelah dilakukan evakuasi, jenazah kedua korban langsung dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi," jelas Soleh.

 

Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik membenarkan kejadian itu. Menurutnya pihak keluarga sudah menerima kejadian itu sebagai musibah.

 

"Keluarga menolak dilakukan autopsi. Jenazah kedua korban langsung dibawa pulang ke rumah duka," papar Ahmad Taufik.(ap/wan)