Menyingkap Masa Lalu Sri Mulyani

  • Whatsapp
Foto: Instagram @smindrawati
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sri Mulyani memiliki kisah hidup yang cukup menarik jauh sebelum dirinya menjadi menteri keuangan. Pertama soal masa sekolahnya. Dia mengungkapkan selama duduk di bangku sekolah dasar (SD) tidak pernah juara kelas. Berbeda dengan adik dan kakaknya yang selalu berprestasi.

“Kebetulan kakak-kakak saya sama adik saya itu pintar banget, di sekolah itu juara kelas. Saya nggak pernah juara kelas waktu SD,” kata Sri Mulyani dalam webinar, kemarin Minggu (20/12/2020).

Baca Juga

Menurutnya hal itu bisa saja menjadi alasan dirinya untuk berkecil hati lantaran setiap kali menerima rapor sekolah dirinya lah satu-satunya yang tidak juara kelas. Tapi dia meyakini bahwa setiap orang diciptakan berbeda.

Dibandingkan saudara-saudara kandungnya, dia menilai dirinya memang berbeda. Sri Mulyani cenderung lebih senang dengan aktivitas luar ruangan alias outdoor. Bahkan dia sudah bisa mengendarai motor di saat kakak-kakaknya belum bisa.

“Orangtua saya punya vespa saya pinjam terus saya belajar saja naik vespa, padahal badan saya masih kurus kecil, sama motornya itu lebih berat motornya dua kali lipat, tapi saya suka outdoor, saya suka kegiatan naik gunung, saya suka kemping waktu kecil. Kakak saya relatif mungkin nggak, lebih kutu buku barangkali kalau bisa dikatakan,” paparnya.

“Itu yang membedakan, jadi nggak bisa kalau dibandingkannya adalah rapor dengan rapor karena kita beda,” sebutnya.

Beruntungnya Sri Mulyani memiliki orangtua yang penuh pengertian. Misalnya ketika ada nilai merah di rapornya, orangtuanya tak memarahi melainkan memberi motivasi.

Siapa sangka, bendahara negara ini tidak sengaja memilih jurusan ekonomi saat akan kuliah. Padahal, bidang itu lah yang kini membawanya sukses. Bagaimana ceritanya?

Mulanya dia menceritakan bahwa kakak-kakaknya mengambil jurusan kuliah di bidang ilmu pengetahuan alam (IPA). Hanya dia sendiri yang berbeda.

Jurusan Ekonomi

“Waktu saya mahasiswa, semua kakak saya jurusannya IPA. Kalau sekarang disebutnya Sains. Jadi mereka menjadi dokter atau jadi insinyur kakak-kakak saya. Saya tiba-tiba ngambil (jurusan) ekonomi sendiri,” kata Sri Mulyani.

Ibunya pun bingung dengan pilihan Sri Mulyani. Sementara kala itu dirinya juga tidak begitu memahami jurusan ekonomi yang dia pilih.

“Saya pun juga nggak cukup tahu untuk menjelaskan ekonomi apa, tapi saya bilang pokoknya saya mau berbeda saja, saya nggak mau ngambil dokter, saya nggak pengin jadi insinyur, aku kepengin masuk jurusan yang sosial,” jelasnya.

Dirinya meyakini ada alasan untuk selalu merasa bahwa setiap orang berbeda-beda. Yang penting kita harus tetap berpegang kepada keinginan atau cita-cita yang dipilih.

Namun, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menceritakan bahwa terkadang ujian ada saja yang datang.

“Kadang-kadang mendapatkan ujiannya sih nggak selalu ujian yang hebat, ditanyain sama orangtua itu kan ujian juga, ditanyain sama sahabat kalian ‘ngapain sih lu begitu’ itu adalah ujian, ditanyain sama teman dekatnya tapi mereka nggak ngerti kalian, itu saja sudah merupakan ujian,” ungkapnya.(han)