Ahmad Sahroni, Crazy Rich dari Tanjun Priok, Dulu Sopir Kini Tajirnya Melintir Lintir

  • Whatsapp
Ahmad Sahroni (foto: blog.amartha.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sosok Ahmad Sahroni  kerap jadi bahan obrolan publik. Itu karena dia adalah sosok crazy rich yang kelewat tajir dan masih muda. Sahroni yang punya gudang ferari dan mobil-mobil mewah lainnya.

Dan rupanya, kesuskesan pria berdarah Minang putra asli warga Tanjung Priok tidaklah semulus yang dibayangkan. Dia mengalami beberapa kali terpuruk sebelum akhirnya kaya raya.

“Ahmad Sahroni adalah si anak Priok yang selalu mimpi dan mimpi. Kebetulan saya lahir di Tanjung Priok dan lahir di RS. Santo Yosef dan besar di Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Ahmad Sahroni kepada CNBC Indonesia. Berkat perjuangannya yang sungguh-sungguh, dia akhirnya bisa bangkit dan sukses.

Dilansir dari waspada.co.id, sejak kecil, Sahroni tak mengenal sosok ayah. Dia tinggal bersama nenek dan ibunya dengan menjalankan usasa berjualan nasi padang. “Jadi saya besarnya di gerobak rumah makan padang. Saya tinggal satu rumah waktu itu sama nenek dan bersama-sama yang lain,” kata Sahroni.

Meniti Karir Mulai Jadi Sopir

Sahroni mulai meniti karir dengan bekerja menjadi sopir pribadi bos minyak. Kemudian pindah dan mencoba peruntungan baru dan bekerja di kapal pesiar. Menjadi awak kapal pesiar diapun melanglang buana hingga ke Miami, Florida, dan Atlanta.

Setelah puas, Roni kembali bekerja menjadi sopir di tempat sebelumnya. Yakni perusahaan penyalur bahan bakar. Dan hal inilah yang rupanya menjadi titik awal kesuksesan politi Partasi NasDem ini.

Selama  bekerja jadi sopir, Roni juga ingin mempelajari teknik mencari uang dari bisnis tersebut. Demi menyerap ilmu dari atasannya, ia bahkan tak segan ikut mengangkat selang pengisian yang beratnya 75 kg.

Setelah bekerja cukup lama, pria kelahiran 8 Agustus 1977 itu akhirnya merasakan hasilnya. Dia diangkat menjadi manajer hingga direktur dalam waktu yang berdekatan karena prestasinya.

Merasa ilmunya di bidang penyalur bahan bakar minyak cukup mumpuni, Sahroni memutuskan keluar dan mendirikan usaha sendiri. Tak disangka, dirinya cocok menjadi pengusaha di bidang tersebut.

Berbekal koneksinya semasa menjadi karyawan, Roni sukses mendapat berbagai order bisnis dari pengusaha kapal yang membuat dirinya kaya raya. (aka)